FAJARNUSA.COM—Kabupaten Majalengka telah mencatat rekor sebagai kota terpanas di Indonesia selama bulan Oktober 2023.
Pada tanggal 7 Oktober 2023, Kabupaten Majalengka meraih peringkat pertama dengan suhu udara mencapai 38,3 derajat Celsius, menurut catatan dari Stasiun Meteorologi Kertajati.
Stasiun Meteorologi Sultan Hasanuddin menduduki peringkat kedua dengan suhu 37,8 derajat Celsius, diikuti oleh Stasiun Meteorologi Jawa Tengah di peringkat ketiga dengan suhu maksimum 37 derajat Celsius.
Baca Juga: Tips Menarik Pelanggan Agar Bisnis Kamu Makin Sukses
Kejadian serupa terjadi pada 5-6 Oktober 2023, ketika Stasiun Meteorologi Kertajati Majalengka kembali menjadi yang terpanas dengan suhu udara mencapai 37,4 derajat Celsius, diikuti oleh Stasiun Meteorologi Kalimantan Selatan dengan suhu 37,2 derajat Celsius.
Meskipun berada di daerah pegunungan, sebagian besar wilayah Kabupaten Majalengka berada di dataran rendah, terutama di sekitar Kecamatan Kertajati, Sumberjaya, Dawuan, dan sekitarnya.
Hal ini menghasilkan perbedaan suhu udara yang kontras dengan kawasan dataran tinggi di bagian selatan Majalengka.
Baca Juga: Penyidik JAM PIDSUS Kembali Tangkap Tersangka Korupsi Infrastruktur BTS 4G dan Gratifikasi
Rekor suhu tertinggi di Majalengka biasanya terjadi pada periode September hingga November setiap tahun, khususnya selama musim kemarau.
Faktor-faktor seperti perubahan musim, gerak semu matahari, dan angin kumbang di wilayah Ciayumajakuning berperan dalam meningkatkan suhu udara.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kertajati, rekor suhu terpanas sebelumnya adalah 39,4 derajat Celsius pada 17 dan 30 Oktober 1997, 39,5 derajat Celsius pada 19 November 2006, dan 39,7 derajat Celsius pada 21 Oktober 2022.
Baca Juga: Jusuf Kalla Beri Tanggapan Terkait Konflik Palestina dan Israel
Kenaikan suhu udara ini terjadi karena wilayah Majalengka dan sekitarnya masih berada dalam musim kemarau dengan cuaca cerah dan sedikit awan.
Hal ini mengakibatkan paparan matahari yang kuat, rendahnya kelembapan udara, dan gerak semu matahari mendekat ke garis khatulistiwa.
Selain itu, adanya angin kumbang dari Gunung Ciremai pada Bulan Juli sampai Oktober juga berkontribusi pada peningkatan suhu udara di wilayah Majalengka dan sekitarnya.