FAJARNUSA.COM (PALOPO) – Sebuah unggahan di media sosial mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat warganet. Foto yang memperlihatkan seorang pria sedang menunjuk ke arah kerumunan mahasiswa saat unjuk rasa di Kantor Wali Kota Palopo memicu perdebatan sengit mengenai etika aparatur negara dan dinamika penyampaian aspirasi.
Isyarat 'Pendekar' di Lingkungan Pemkot?
Unggahan yang pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Muhammad Bahrun Baharuddin ini menyoroti gestur tubuh sang pria yang dianggap tidak biasa. Dalam narasinya, Bahrun menyebutkan bahwa dalam tinjauan psikologi, gestur tersebut bisa diartikan sebagai simbol "pendekar" atau "jawara" di lingkungan Pemerintah Kota Palopo.
Baca Juga: Polres Cimahi Gandeng Ojol Jaga Keamanan Jelang Imlek dan Ramadan: Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Belakangan diketahui, sosok pria dalam foto tersebut adalah Syachril Syamsudar, seorang staf PPPK ahli bidang protokol di Sekretariat Daerah Pemkot Palopo.
Netizen Terbelah: Antara Etika dan Kondisi Lapangan
Kolom komentar media sosial pun langsung dibanjiri opini yang kontras:
Baca Juga: UICI dan KSPSI Jalin Kerja Sama: Pekerja Kini Bisa Kuliah Digital Sambil Kerja
- Pro Pemerintah: Beberapa warganet menilai tindakan tersebut adalah reaksi spontan menghadapi massa yang dianggap anarkis. "Apa bedanya yang demo datang dengan sombongnya merangsek masuk... hanya karena pernyataan Wali Kota yang ada benarnya," tulis akun Musdaf Mus.
- Kontra Pemerintah: Di sisi lain, akun Firdaus Rusli Tajang mengkritik balik pihak Pemkot. Ia menilai pemerintah seharusnya memberikan ruang aspirasi, bukan justru memberikan gestur yang membatasi kemerdekaan berpendapat.
Klarifikasi Syachril Syamsudar
Saat dikonfirmasi oleh tim redaksi, Syachril Syamsudar berdalih bahwa tindakannya tersebut dipicu oleh situasi di lapangan yang menurutnya mulai tidak terkendali.
Baca Juga: Sengketa Huta Lumban Silo Memanas: Martua Sitanggang Bakal Digugat ke PN Balige
“Tidak, karena memang kan mahasiswa ini anarkis," ujarnya singkat.
Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai maksud spesifik dari gestur menunjuk tersebut, Syachril memilih untuk tidak memberikan tanggapan lebih lanjut. Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kota Palopo juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden yang mencoreng citra harmonisasi antara pemerintah dan mahasiswa tersebut.
(**)
Artikel Terkait
Viral! Aksi Makan Pizza Gubernur Sulsel di Tengah Polemik Pemekaran Luwu Raya Tuai Pro-Kontra
Gebrakan OJK: 8 Rencana Aksi Reformasi Pasar Modal demi Gaet Investor Global
Aksi Nyata Polres Cirebon Kota Bersihkan Pantai Kejawanan, Gandeng Pelajar Wujudkan Wisata Sehat
Skandal 'Bancakan' APBD Cirebon 2026 Senilai Rp55 Miliar, Aliansi LSM Siap Gelar Aksi Besar
Gandeng TNI-Polri, Bupati Imron Pimpin Aksi Bersih Pantai Baro Gebang: Jangan Buang Sampah ke Sungai