Pipa Utama PDAM Cirebon Jebol di Plangon: 30 Ribu Pelanggan Terdampak, Ini Jadwal Perbaikannya

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 5 Februari 2026 | 12:35 WIB
Petugas teknis masih berjibaku di lokasi kebocoran untuk memastikan warga Kota Cirebon kembali mendapatkan akses air bersih secepat mungkin. (Dok ist)
Petugas teknis masih berjibaku di lokasi kebocoran untuk memastikan warga Kota Cirebon kembali mendapatkan akses air bersih secepat mungkin. (Dok ist)

FAJARNUSA.COM (CIREBON) – Kabar kurang sedap bagi warga Kota Udang. Gangguan layanan air bersih kembali melanda wilayah Kota Cirebon akibat kebocoran pipa transmisi utama milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Giri Nata yang berlokasi di kawasan Wisata Plangon, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.

​Insiden yang terjadi pada Rabu malam (4/2/2026) ini mengakibatkan distribusi air ke hampir 50 persen pelanggan atau sekitar 30.000 sambungan rumah terganggu secara drastis.

Kronologi Pipa Jebol di Jalur Vital Plangon

Baca Juga: Polemik SDN 175 Bulo Bulo: PLT Kepsek Siap Mundur di Tengah Tudingan Intimidasi Siswa

​Berdasarkan laporan di lapangan, kebocoran terdeteksi pukul 21.55 WIB. Tekanan air yang sangat tinggi dari mata air Cipaniis (700-800 liter per detik) menyebabkan air menyembur deras hingga menjebol struktur jalan raya di Plangon.

​Direktur Utama PDAM Tirta Giri Nata, Sopyan Satari, mengonfirmasi bahwa pipa yang mengalami kerusakan adalah jenis DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) berdiameter 600 milimeter. Pipa ini merupakan infrastruktur vital yang menyalurkan air dari Kuningan menuju Kota Cirebon.

​"Alhamdulillah, titik kebocoran sudah teridentifikasi. Kami sedang fokus pada penanganan fisik. Jika cuaca mendukung, perbaikan diestimasi selesai dalam satu hingga dua hari," ujar Sopyan.

Baca Juga: Menteri P2MI Janji Tuntaskan Hak ABK Reza Valentino yang Tewas di Korea Selatan, Tim Khusus Dibentuk

Infrastruktur Tua Menjadi Tantangan

​Menariknya, jalur distribusi di wilayah Plangon ini merupakan gabungan infrastruktur lintas zaman. Selain pipa bantuan Swiss tahun 1980 yang saat ini bocor, di area yang sama juga tertanam pipa peninggalan kolonial Belanda tahun 1937 yang masih berfungsi.

Langkah Darurat dan Bantuan Air Bersih

Baca Juga: Warga Palopo Menjerit! Gas LPG 3 Kg Langka Sejak 5 Hari Terakhir, Pangkalan Kosong Melompong

​Merespons keluhan warga yang mulai membanjiri pusat pengaduan, PDAM telah mengambil langkah-langkah darurat:

  1. Penurunan Debit: Mengurangi aliran dari sumber Cipaniis untuk mempermudah proses pengelasan pipa.
  2. Mobil Tangki: Menyiagakan tiga unit mobil tangki air bersih serta bantuan armada eksternal untuk menyuplai wilayah terdampak paling parah.
  3. Kliring Area: Petugas terus berjaga untuk mengamankan arus lalu lintas di Jalan Raya Plangon yang sempat tergenang.

Imbauan Bagi Pelanggan

Baca Juga: Pegiat Anti Korupsi Bedah Dokumen Tambang Emas Tumpang Pitu: Kebijakan Eks Bupati Banyuwangi Azwar Anas Disorot

​Pihak PDAM mengimbau masyarakat untuk:

  • ​Menghemat penggunaan air yang masih tersedia di penampungan.
  • ​Menyiapkan wadah penampungan jika distribusi mulai mengalir secara bergilir.
  • ​Menghubungi layanan pelanggan PDAM untuk pengajuan bantuan air bersih via tangki.

​Hingga berita ini diturunkan, petugas teknis masih berjibaku di lokasi kebocoran untuk memastikan warga Kota Cirebon kembali mendapatkan akses air bersih secepat mungkin.

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X