FAJARNUSA.COM (BANDUNG) – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030. Acara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).
Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) guna menjaga persatuan bangsa serta kelestarian nilai agama di wilayah Jawa Barat.
Sinergi Pemerintah dan Panduan Moral Ulama
Baca Juga: HUT ke-53 PDIP dan Megawati ke-79: DPC Banyuwangi Gelar Sedekah Alam di Petilasan Mbah Kopek
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. M. Anwar Iskandar, dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadiran Siti Farida dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk selalu menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan panduan para ulama.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ulama sebagai sosok penyejuk.
"Ulama harus mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta," ujar Dedi.
Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan visi organisasinya akan berpijak pada empat pilar utama:
- Bersatu dalam aqidah.
- Berjamaah dalam ibadah.
- Toleran dalam khilafiyah.
- Bekerja sama dalam dakwah.
Apresiasi dari Wakil Wali Kota Cirebon
Baca Juga: Kesaksian Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Sebut Golf Tempat Nego Paling Murah daripada Club Malam
Ditemui usai kegiatan, Siti Farida Rosmawati menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Sebagai pemimpin dengan latar belakang pendidikan agama, ia memandang MUI sebagai mercusuar moral di tengah tantangan zaman.
“Pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat tidak akan mencapai titik 'istimewa' tanpa sentuhan doa dan tuntunan ulama. Kami di pemerintahan membutuhkan MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di masyarakat,” ungkap Siti Farida.
Ia juga menyoroti pesan MUI Pusat mengenai semangat pengabdian "memberi, bukan meminta" sebagai teladan bagi pelayan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara Pemkot Cirebon dan MUI, diharapkan lahir program dakwah dan sosial yang inklusif serta solutif bagi persoalan umat di lapangan.
(**)
Artikel Terkait
Resmi! UMK Kota Cirebon 2026 Naik Jadi Rp2,87 Juta, Cek Rincian dan Aturan Barunya
Atasi Banjir Cirebon, Komisi I DPRD Desak Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Atas Sungai
Canggih, RSUD Waled Miliki Ambulans Transfusi Darah Pertama, Sinergi Bank Bjb dan Pemkab Cirebon
Capaian Gemilang, Kota Cirebon Raih UHC Awards 2026, Jaminan Kesehatan Warga Tembus 99 Persen
Kota Cirebon Percepat Integrasi SIKN JIKN, Amankan Memori Kolektif di Portal Nasional