Wawalkot Cirebon Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Jabar 2025-2030, Tekankan Sinergi Ulama-Umara

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 28 Januari 2026 | 16:53 WIB
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030. 
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030. 

FAJARNUSA.COM (BANDUNG) – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I., menghadiri prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat masa khidmat 2025-2030. Acara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Balai Gede Pakuan, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).

​Momentum ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat harmoni antara ulama dan pemerintah (umara) guna menjaga persatuan bangsa serta kelestarian nilai agama di wilayah Jawa Barat.

​Sinergi Pemerintah dan Panduan Moral Ulama

Baca Juga: HUT ke-53 PDIP dan Megawati ke-79: DPC Banyuwangi Gelar Sedekah Alam di Petilasan Mbah Kopek

​Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Pusat, K.H. M. Anwar Iskandar, dan disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Kehadiran Siti Farida dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cirebon untuk selalu menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan panduan para ulama.

​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran ulama sebagai sosok penyejuk.

"Ulama harus mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta," ujar Dedi.

Baca Juga: Ahok Bongkar Korupsi Pertamina Rp285 Triliun: Ada Modus Ganti Nama PT Hingga Alasan Mundur Karena Jokowi

Ketua MUI Jawa Barat terpilih, KH. Aang Abdullah Zein, menyatakan visi organisasinya akan berpijak pada empat pilar utama:

  1. ​Bersatu dalam aqidah.
  2. ​Berjamaah dalam ibadah.
  3. ​Toleran dalam khilafiyah.
  4. ​Bekerja sama dalam dakwah.

​Apresiasi dari Wakil Wali Kota Cirebon

Baca Juga: Kesaksian Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Sebut Golf Tempat Nego Paling Murah daripada Club Malam

​Ditemui usai kegiatan, Siti Farida Rosmawati menyampaikan apresiasi mendalam atas terbentuknya kepengurusan baru ini. Sebagai pemimpin dengan latar belakang pendidikan agama, ia memandang MUI sebagai mercusuar moral di tengah tantangan zaman.

​“Pembangunan di Kota Cirebon maupun Jawa Barat tidak akan mencapai titik 'istimewa' tanpa sentuhan doa dan tuntunan ulama. Kami di pemerintahan membutuhkan MUI sebagai mitra strategis untuk menghadirkan keteduhan di masyarakat,” ungkap Siti Farida.

​Ia juga menyoroti pesan MUI Pusat mengenai semangat pengabdian "memberi, bukan meminta" sebagai teladan bagi pelayan masyarakat. Melalui sinergi yang kuat antara Pemkot Cirebon dan MUI, diharapkan lahir program dakwah dan sosial yang inklusif serta solutif bagi persoalan umat di lapangan.

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X