Kesaksian Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Sebut Golf Tempat Nego Paling Murah daripada Club Malam

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 28 Januari 2026 | 07:38 WIB
Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali mencuri perhatian publik. Saat hadir sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1/2026), Ahok mengeluarkan pernyataan mengejutkan terkait hobi golf di kalangan pejabat.

Di hadapan majelis hakim, Ahok menyebut bahwa lapangan golf adalah tempat negosiasi yang paling murah, sehat, dan transparan jika dibandingkan dengan tempat hiburan malam.

"Saya kira golf adalah tempat negosiasi paling sehat, paling murah. Jemur, jalan, dan bayarin anggota main itu sangat murah. Negosiasi di lapangan golf jauh lebih murah daripada di nightclub," ungkap Ahok saat menjawab pertanyaan jaksa.

Baca Juga: Tragedi Longsor Cisarua Bandung Barat: 23 Marinir TNI AL Tertimbun, 4 Prajurit Gugur Saat Latihan Pratugas

Dulu Benci, Kini Terpaksa "Sekolah Golf"

Menariknya, Ahok mengakui dirinya dulu adalah orang yang sangat membenci olahraga ini. Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, ia bahkan melarang jajaran Pemprov DKI bermain golf karena dianggap membuang waktu kerja.

Namun, pandangannya berubah total saat ia menjabat di Pertamina. Ia menyadari bahwa relasi bisnis perusahaan minyak kelas dunia seperti Chevron dan Exxon selalu menggunakan lapangan golf sebagai ruang lobi.

Baca Juga: Update Banjir Bandang Pemalang: Desa Penakir Porak-poranda Diterjang Material Batu, 3 Orang Meninggal Dunia

"Saya kan malu, Pak, tidak bisa mukul. Saya terpaksa pergi sekolah golf supaya bisa menemani mereka (perwakilan Exxon dan Chevron)," ceritanya yang memicu perhatian pengunjung sidang.

Singgung Nasihat Terdakwa Soal Caddy

Dalam persidangan tersebut, Ahok juga sempat menyinggung kedekatannya dengan salah satu terdakwa, Riva Siahaan (eks Dirut PT Pertamina Patra Niaga). Ia menceritakan momen santai saat mereka bermain golf bersama.

Baca Juga: Atasi Banjir Cirebon, Komisi I DPRD Desak Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Atas Sungai

Ahok berkelakar mengenai nasihat Riva yang ia ingat hingga kini terkait etika di lapangan golf, terutama soal asisten pemain golf atau caddy.

"Saya masih ingat nasihat Pak Riva. Dia bilang istrinya pesan: kalau main golf jangan lihat-lihat caddy, nanti bahaya," tutur Ahok yang disambut tawa tipis di ruang sidang.

Duduk Perkara Kasus Korupsi

Baca Juga: Kepatuhan Platform Digital Rendah: KTP2JB Sebut Google hingga Meta Belum Penuhi Perpres 32/2024

Kasus yang menyeret sembilan terdakwa ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam tata kelola minyak mentah, impor produk kilang (BBM), serta penjualan solar nonsubsidi yang merugikan keuangan negara.

Ahok dihadirkan untuk memberikan keterangan mengenai sejauh mana Dewan Komisaris melakukan pengawasan terhadap perilaku personal dan kebijakan jajaran direksi, termasuk pertemuan-pertemuan di luar kantor yang melibatkan pihak ketiga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X