FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke Inggris sukses membuahkan komitmen investasi fantastis senilai Rp90 triliun. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa diplomasi ekonomi Indonesia kini telah memasuki fase yang lebih substantif dan berorientasi pada hasil nyata (result-oriented).
Kepercayaan Global di Tengah Ketidakpastian
Pengamat Ekonomi sekaligus akademisi ternama, Dr. Noviardi Ferzi, menilai bahwa besarnya nilai investasi ini mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan mitra internasional terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Baca Juga: IUP Tambang Martabe Dicabut, Spanduk Dukungan Misterius di Batang Toru Tuai Kecaman Warga
"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, komitmen investasi jangka panjang dari negara maju seperti Inggris menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai destinasi strategis yang aman, prospektif, dan memiliki kepemimpinan yang kredibel," ujar Ferzi pada Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, kunjungan luar negeri ini tidak lagi sekadar simbolisme pertemuan bilateral, melainkan menghasilkan kesepakatan konkret yang berdampak langsung pada struktur ekonomi nasional.
Fokus pada Ekonomi Rakyat: 1.500 Kapal Nelayan
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang 5 Kecamatan di Pemalang, Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun Salurkan Bantuan
Salah satu poin krusial dari kerja sama ini adalah rencana pembangunan dan perakitan lebih dari 1.500 kapal nelayan di dalam negeri. Ferzi menekankan bahwa hal ini adalah contoh nyata bagaimana diplomasi internasional diarahkan untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Manfaat dari modernisasi armada ini meliputi:
- Peningkatan Produktivitas: Nelayan memiliki jangkauan tangkap yang lebih luas.
- Keamanan Kerja: Standar keselamatan kapal modern yang lebih baik.
- Efek Berganda (Multiplier Effect): Menghidupkan industri galangan kapal lokal, jasa perawatan, hingga sektor logistik di pesisir.
Baca Juga: Pemalang Berduka: Banjir Bandang Terjang 5 Kecamatan, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
Memperkokoh Kedaulatan Maritim
Lebih lanjut, Ferzi menjelaskan bahwa keberhasilan ini menegaskan posisi Presiden Prabowo sebagai jaminan politik bagi para investor. Diplomasi luar negeri kini berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menjawab persoalan domestik, khususnya kesejahteraan nelayan dan ketahanan pangan nasional.
"Kehadiran kapal tangkap modern bukan hanya simbol hubungan internasional, tetapi fondasi nyata bagi penguatan daya saing nelayan dan peneguhan Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat secara ekonomi," pungkas ekonom asal Jambi tersebut.
Baca Juga: Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Sudah Bisa Dipesan! Simak Jadwal Lengkap H-45 di Sini
Jika terealisasi secara transparan, momentum ini diprediksi akan menjadi titik balik kebangkitan ekonomi pesisir di seluruh wilayah Indonesia.
(**)
Artikel Terkait
Wujudkan Ekonomi Inklusif, Pemkot Cirebon Fokus Sektor Unggulan dalam RKPD 2027
IFG Progress Dorong Penguatan Kebijakan Industri Berbasis Inovasi dalam Forum Dewan Ekonomi Nasional–LPEM UI
Pertumbuhan Ekonomi Nasional hingga 30 November 2025 Tetap Terjaga Kuat dan Berkesinambungan
Ekonomi Kota Cirebon 2026 Melesat 5,26 persen, Lampaui Target Nasional: Apa Rahasianya?