"Tapi yang saya tahu, sumur bor yang paling besar ukuran 12 inci itu atau sebesar tiang listrik, itu harganya Rp100 juta," imbuh pria tersebut.
Kebutuhan Sumur Bor versi KSAD dan Kepala BNPB
Menilik ke belakang, sebelumnya, Presiden Prabowo sempat menanyakan rincian kebutuhan sumur bor ke KSAD Maruli Simanjuntak dan Kepala BNPB Suharyanto.
Baca Juga: Pj Sekda Tekankan Pentingnya Moderasi Beragama di Era Digital
"Lengkap sampai keluar airnya?" tanya Prabowo saat rapat koordinasi pascabencana di Aceh Tamiang, pada Kamis, 1 Januari 2026.
"Lengkap bapak. Lengkap dengan instalasi airnya. Kemudian juga ada tangki airnya dan bisa langsung diambil oleh masyarakat," terang Suharyanto.
Mendengar hal tersebut, KSAD Maruli menyela pernyataan Kepala BNPB itu terkait proses pembuatan sumur bor.
Baca Juga: CORETAX Bawa Dampak Positif, Baru Tiga Hari Ribuan SPT Tahunan Masuk Laporan
"Mungkin tidak cukup bang kalau di atas Rp100 juta. Karena itu kadang-kadang ngebor tergantung tanahnya, pak," ucapnya.
"Kalau tananya lunak itu mungkin dua minggu baru dapat, tapi kalau keras mungkin memerlukan lebih waktunya dari itu," tegas Maruli.***
Artikel Terkait
Rayakan Natal di Tengah Bencana, Santa Claus Bagi Kado di Posko Pengungsian Tukka Tapteng
Antar Bantuan dengan Helikopter, Warga Gayo Beri TNI Durian Hasil Panen
Mantan Ketum PB IDI Soroti Pelayanan Kesehatan dalam Penanganan Banjir Sumatera: Pentingnya Ketersediaan Air di Lokasi
Fakta di Balik Bencana Banjir yang Hampir Capai Atap Rumah Warga di Cilegon