BSMSS tahun ini fokus pada titik-titik krusial, seperti di Kelurahan Kesenden yang mencakup perbaikan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) serta peningkatan jalan di RW 11 (RT 01, 02, dan 03).
"Kami melihat BSMSS sebagai implementasi nyata pengabdian kepada masyarakat. Selain di Kesenden, kami juga melakukan perbaikan Rutilahu dan pembenahan akses jalan di RW 02 RT 03 Kelurahan Karyamulya. Perbaikan infrastruktur ini kami harapkan mampu mendorong mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan," jelas Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menekankan bahwa keberhasilan seluruh program ini tidak terlepas dari soliditas yang kuat antara TNI, Pemerintah Kota, dan unsur masyarakat.
Ia berharap bantuan yang telah diserahkan, baik berupa bangunan fisik maupun paket makanan, dapat memberikan manfaat jangka panjang dan dirawat secara swadaya oleh warga sekitar.
Selain fokus pada infrastruktur, kegiatan penutupan ini juga dibarengi dengan aksi sosial sebagai respons terhadap dinamika ekonomi saat ini.
Dandim mengatakan, program BSMSS juga menyalurkan bantuan pangan untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
"Penyaluran bantuan pangan ini sebagai langkah konkret kami untuk memastikan ketahanan pangan di tingkat keluarga tetap terjaga. Semoga sinergi antara TNI sebagai motor penggerak dan Pemerintah Kota sebagai fasilitator diharapkan terus berlanjut pada program-program mendatang," harapnya.
**
Artikel Terkait
TMMD ke-125 di Kuningan Resmi Ditutup, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Sinergi Gotong Royong: BSMSS 2025 di Desa Cikawung Sukses Percepat Pembangunan Desa
BSMSS 2025 Kolaborasi Nyata Pemkot Cirebon dan TNI Dorong Percepatan Pembangunan
Yonif TP 853/BRB BKO BNPB Bersihkan Fasilitas Umum Aceh Timur, Fokus RSUD hingga Sekolah