“Aceh Tengah saya denger 17 Desember akan terbuka dan Gayo Lues. Kami, butuh bantuan agar akses jalannya ke sana terbuka,” tambahnya.
Akses yang terbuka kembali, menurut Budi bisa memudahkan penanganan bagi ibu hamil dan pasien cuci darah.
Sementara untuk permasalahan pasokan listrik dan BBM ke rumah sakit, Budi menegaskan sudah mulai teratasi.
Baca Juga: Cirebon Katon Festival 2025 Ekspresikan Budaya Tradisional Perkuat Identitas dan Pariwisata Daerah
Menkes Minta Prioritas Dapur Umum untuk Tenaga Kesehatan
Budi juga menyebut bahwa para tim kesehatan di lokasi bencana semangat untuk melakukan pelayanan, tapi mengalami kesulitan soal makanan.
Ia meminta kepada Prabowo untuk membuka dapur umum yang dikhususkan untuk tenaga kesehatan di rumah sakit.
Baca Juga: Cihafest 2025, Ajang Promosi Produk Halal Para Pelaku Usaha UMKM di Kabupaten Cirebon
“Kalau boleh ada dapur umumnya diprioritaskan tenaga medis, tenaga kesehatan supaya hidupnya tenang karena dia dan keluarganya dapat makan,” ujarnya.
“Dan kalau boleh, Menteri Perumahan kalau bisa dibangun juga duluan (rumah) jadi mereka bisa lebih tenang,” sambungnya.
Menkes Bakal Kerahkan Dokter Magang untuk Pelayanan Pascabanjir
Lebih lanjut, antisipasi penyakit pascabanjir turut disinggung oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin yang meminta bantuan pada Kemenkes untuk menyiapkan dokter yang akan bertugas.
Budi lantas mengakui ada kekurangan dokter karena para dokter pun menjadi korban banjir dan longsor.
Artikel Terkait
Sempat Bilang Nyerah Atasi Bencana, Bupati Aceh Selatan Kini Tuai Kritik karena Tetiba Pergi ke Luar Negeri
Pilu Gubernur Aceh Ceritakan Kondisi Pengungsi Imbas Banjir Bandang: Bantuan Belum Merata, Terisolasi di Pedalaman
Terbongkar Pembukaan Lahan Tambang hingga Kelapa Sawit, Buntut Insiden Banjir Longsor di Tapanuli Selatan
Harga Kebutuhan Pokok Naik di Aceh, Gubernur Mualem Minta Mendagri Tegur Pedagang Nakal