Ekonomi Jawa Barat Tumbuh di Triwulan II, Kebijakan Fiskal Dukung Program Prioritas Asta Cita

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 23:24 WIB
Konferensi Pers Kinerja APBN Regional Jawa Barat
Konferensi Pers Kinerja APBN Regional Jawa Barat

FAJARNUSA.COMAPBN Menjadi Instrumen Kebijakan Fiskal Mendukung Pencapaian Program Prioritas Asta Cita Untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

A. Perkembangan APBN hingga 30 September 2025

Pendapatan Negara s.d. 30 September 2025 terealisasi sebesar Rp102,51Triliun atau 66,57% dari target Rp153,99 Triliun, tumbuh 5,62% (yoy) dengan pertumbuhan pada Penerimaan Perpajakan sebesar 5,30% dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 11,00%.

Baca Juga: Imbas Genangan Air di Semarang, KAI Daop 3 Cirebon Alihkan Perjalanan Kereta Api Jalur Utara ke Selatan

Penerimaan Pajak tercapai Rp74,45 Triliun, tumbuh sebesar 5,96% (yoy) dikontribusi pertumbuhan Pajak Penghasilan yang tumbuh 6,61% khususnya pada PPh Badan dan PPh Final. PPh pasal 21 terkontraksi sebagi akibat dari pemusatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Kinerja Polri.

Sedangkan PPN dan PPnBM sedikit terkontraksi sebesar 1,35% yang disebabkan peningkatan restitusi pada PPN Dalam Negeri.

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai tercapai Rp22,03 Triliun, tumbuh 4,01% (yoy) dikontribusi pertumbuhan positif pada penerimaan cukai sebesar 4,94%.

Baca Juga: KPK Temukan Tambang Emas Ilegal di Kawasan Sirkuit Mandalika: Legislator Minta Pemerintah Tindak Tegas Tanpa Pandang Bulu

Penerimaan bea masuk terkontraksi 35,96% karena tidak ada aktivitas importasi PT Bulog sejalan dengan kebijakan swasembaga pangan.

Selain itu, terdapat realisasi Bea Keluar (BK) sebesar Rp13.300.000 dari komoditas kulit dan kayu pada KPPBC Bogor (ekspor melalui PLB).

Kanwil DJBC Jawa Barat dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di wilayah Jawa Barat melakukan pengawasan dan penindakan rokok illegal.

Baca Juga: Bergerak Bersama untuk Keberlanjutan: IFG Sinergi Karsa Hadirkan Aksi Nyata ESG di Marunda

Pada periode penindakan 1 Januari s.d. 30 September 2025 telah dilakukan 1.875 penindakan, dengan Barang Hasil Penindakan sebanyak 76,26 Juta batang dengan perkiraan nilai barang Rp114,29 Miliar dan potensi penerimaan negara yang hilang Rp58,03 Miliar.

Realisasi PNBP mengalami pertumbuhan sebesar 11,00% (yoy) dengan rincian PNBP lainnya tumbuh 18,01% dan Pendapatan PNBP BLU 4,81%. Sehingga realisasi PNBP pada September 2025 sebesar Rp6,03 Triliun.

Belanja Negara telah terealisasi Rp87,04 Triliun atau 71,73% dari pagu sebesar Rp121,34 Triliun, secara yoy mengalami perlambatan sebesar 6,96%.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X