FAJARNUSA.COM – APBN Menjadi Instrumen Kebijakan Fiskal Mendukung Pencapaian Program Prioritas Asta Cita Untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia
A. Perkembangan APBN hingga 30 September 2025
Pendapatan Negara s.d. 30 September 2025 terealisasi sebesar Rp102,51Triliun atau 66,57% dari target Rp153,99 Triliun, tumbuh 5,62% (yoy) dengan pertumbuhan pada Penerimaan Perpajakan sebesar 5,30% dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 11,00%.
Penerimaan Pajak tercapai Rp74,45 Triliun, tumbuh sebesar 5,96% (yoy) dikontribusi pertumbuhan Pajak Penghasilan yang tumbuh 6,61% khususnya pada PPh Badan dan PPh Final. PPh pasal 21 terkontraksi sebagi akibat dari pemusatan pembayaran Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Kinerja Polri.
Sedangkan PPN dan PPnBM sedikit terkontraksi sebesar 1,35% yang disebabkan peningkatan restitusi pada PPN Dalam Negeri.
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai tercapai Rp22,03 Triliun, tumbuh 4,01% (yoy) dikontribusi pertumbuhan positif pada penerimaan cukai sebesar 4,94%.
Penerimaan bea masuk terkontraksi 35,96% karena tidak ada aktivitas importasi PT Bulog sejalan dengan kebijakan swasembaga pangan.
Selain itu, terdapat realisasi Bea Keluar (BK) sebesar Rp13.300.000 dari komoditas kulit dan kayu pada KPPBC Bogor (ekspor melalui PLB).
Kanwil DJBC Jawa Barat dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di wilayah Jawa Barat melakukan pengawasan dan penindakan rokok illegal.
Baca Juga: Bergerak Bersama untuk Keberlanjutan: IFG Sinergi Karsa Hadirkan Aksi Nyata ESG di Marunda
Pada periode penindakan 1 Januari s.d. 30 September 2025 telah dilakukan 1.875 penindakan, dengan Barang Hasil Penindakan sebanyak 76,26 Juta batang dengan perkiraan nilai barang Rp114,29 Miliar dan potensi penerimaan negara yang hilang Rp58,03 Miliar.
Realisasi PNBP mengalami pertumbuhan sebesar 11,00% (yoy) dengan rincian PNBP lainnya tumbuh 18,01% dan Pendapatan PNBP BLU 4,81%. Sehingga realisasi PNBP pada September 2025 sebesar Rp6,03 Triliun.
Belanja Negara telah terealisasi Rp87,04 Triliun atau 71,73% dari pagu sebesar Rp121,34 Triliun, secara yoy mengalami perlambatan sebesar 6,96%.
Artikel Terkait
APBN Jawa Barat Stabil, Dukung Program Prioritas Nasional
Kendala Lapor SPT Tahunan, DJP Ajak Masyarakat Aktivasi Akun Coretax
4 Kabupaten di Wilayah Kanwil DJP Jawa Barat II Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Daerah Tahun 2025
Penerimaan Pajak Digital Hingga Sepetember 2025 Tembus Rp42,53 Triliun