FAJARNUSA.COM (Jakarta) – SCOFEST (Sharia Economic Festival) kembali dilaksanakan di Menara 165, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, yang diselenggarakan oleh KSEI AKSES sebagai organisasi eksternal LIPIA Jakarta dengan tema “Sharia Financial Hub”.
SCOFEST 2025 hadir sebagai ajang yang mempertemukan berbagai sektor ekonomi syariah, mulai dari perbankan, investasi, asuransi, hingga ZISWAF (zakat, infak, sedekah, dan wakaf).
Acara ini menghadirkan peserta dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda, diajak untuk lebih mengenal, memahami, dan menerapkan prinsip keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Walk Out Saat RDP di DPRD, Naming Right Stasiun Cirebon Menjadi Stasiun Cirebon BT Batik Trusmi Dibatalkan
Yang mengusung tagline “Grow With Blessings, Shine With Future”, SCOFEST 2025 bukan hanya menjadi platform edukasi dan inspirasi, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.
Harapannya, SCOFEST 2025 bukan hanya menjadi platform edukasi dan inspirasi, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Rianul Firdaus, selaku Ketua Pelaksana SCOFEST 2025, menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar festival, tetapi gerakan mahasiswa LIPIA untuk membumikan ekonomi syariah di Indonesia.
Baca Juga: Kanwil DJP Jawa Barat II Gelar Sosialisasi Coretax, Targetkan 1200 Wajib Pajak Ikut Hingga Desember 2025
Ia menyoroti masih rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah meski mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam.
“Banyak yang belum tahu bahwa tidak semua kredit itu haram, ada yang halal, asal sesuai prinsip syariah,” ujarnya. Rian menegaskan.
Kehadiran peserta menjadi bukti nyata semangat generasi muda dalam mendukung kemajuan ekonomi syariah di tanah air.
Baca Juga: Tingkatkan Profesionalisme dan Keselamatan, KAI Daop 3 Beri Pembinaan Bagi Penjaga Pintu Perlintasan (PJL)
Acara inti dibuka dengan Keynote Speech oleh Eka Agus Supriyadi, Ketua Dapartemen Kepemudaan dan Sosial Masyarakat MES DK Jakarta, yang menekankan pentingnya penguatan infrastruktur dan ekosistem keuangan syariah nasional.
Dilanjutkan Sesi Leader Insight menghadirkan Bapak Ir. Adiwarman Azhar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P., Ex Wakil Komisaris BSI, juga pakar ekonomi syariah Indonesia.
Dalam sesinya, beliau menyampaikan pesan tentang makna sejati dari keberkahan dan kemuliaan hidup dalam perspektif Islam.
Baca Juga: 4 Fakta Terkini Insiden Keracunan Massal di KBB, Terungkap Bakteri Pembusuk hingga Usulan Dapur Khusus Sekolah
Memasuki seminar pertama, tema yang diangkat adalah Sektor Investasi Syariah, di Sesi “Syariah First, Profit Follows” jadi salah satu momen paling hangat di SCOFEST 2025.
Tiga pembicara muda inspiratif, Sholahuddin Al Ayyuubi, B.B.A., Irfan Syauqi, dan Muhammad Arif Saufi, B.B.A., dengan Gholib Amar Ahsan, B.A., AWP., sebagai moderator yang berhasil membuka cara pandang baru tentang makna investasi syariah yang sebenarnya.
Sesi ini menyoroti pentingnya memahami investasi syariah secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi keuntungan, tapi juga nilai, niat, dan keberkahannya.
Baca Juga: Buntut Maraknya Kasus Keracunan, Kemenkes Libatkan Puskesmas Awasi Pelaksanaan MBG
Para pembicara menekankan bahwa berinvestasi dalam Islam berarti menggabungkan etika, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual, bukan sekadar mengejar return.
Selain itu, sesi ini juga menyoroti peran keluarga dalam membentuk kebiasaan finansial sejak dini serta pentingnya literasi investasi agar anak muda tidak terjebak pada profit instan, melainkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sabar, dan berprinsip dalam mencapai kebebasan finansial yang halal.
Suasana semakin hangat dengan hadirnya Sharia Financial Livepods bersama Dr. Erwandi Tarmizi, M.A., yang dimoderatori oleh Dzakwan Afif. Sesi ini menyoroti pentingnya memahami makna keberkahan dalam keuangan dan investasi syariah, bukan hanya sekadar mengejar keuntungan materi.
Baca Juga: Nasabah Resah BCA Mobile dan myBCA Error di Senin Pagi, Begini Kata Pihak Bank
Para pembicara menegaskan bahwa investasi yang benar harus berlandaskan etika, kejujuran, dan tanggung jawab sosial, serta dimulai dari kesadaran diri dan pendidikan finansial sejak dini.
Menariknya, dalam sesi bersama Ustaz Erwandi Tarmizi, muncul pertanyaan dari Salsabila, mahasiswi kedokteran UIN Jakarta, yang menanyakan hukum investasi di perusahaan umrah dengan sistem setor awal Rp25 juta dan janji umrah gratis tiap tahun selama tiga tahun, namun di tahun pertama belum diberangkatkan. Ustaz Erwandi menjawab tegas namun menenangkan.
“Kalau tidak ada jaminan yang jelas, maka tidak boleh. Tapi kalau ada jaminan dan akadnya transparan, maka itu termasuk jual beli salam dan diperbolehkan.”
Baca Juga: APBN Jawa Barat Stabil, Dukung Program Prioritas Nasional
Beliau juga menambahkan pentingnya minta nota atau bukti tertulis agar jika terjadi wanprestasi, bisa diproses secara hukum.
Lewat sesi ini, peserta diajak memahami bahwa jadi “kaya hati” bukan tentang seberapa banyak uang yang dimiliki, tapi tentang bagaimana mencari, mengelola, dan menggunakannya dengan cara yang halal dan penuh keberkahan.
Tak kalah seru, sesi Entrepreneurship LivePods SCOFEST 2025 menghadirkan tiga wirausahawan muda inspiratif: Firmansyah Asnawi (Co-Founder PT Amanah Karya Indonesia), Muhammad Abgari (Owner Anomali Coffee), dan Okta Wirawan (Founder Almaz), dengan Muhammad Rosyid Kushartono sebagai moderator.
Baca Juga: Biro Pers Istana Diduga Cabut ID Card Jurnalis, CEO Promedia Sorot Tindakan Berlebihan Pejabat Istana
Para peserta diajak menyelami tantangan membangun bisnis berbasis syariah yang kreatif, inovatif, dan sustainable.
Sesi semakin hidup ketika peserta mulai mengajukan pertanyaan. Seorang peserta penasaran bagaimana bisnis bisa tetap berjalan dan bertahan hingga 15 tahun ke depan, meski pasar berubah dan pemiliknya tidak lagi terlibat langsung.
Para narasumber menjawab dengan memberi contoh nyata: kunci keberlangsungan bisnis adalah membangun tim yang kuat, memahami pasar dan rantai pasokannya, serta menciptakan program kreatif yang konsisten, seperti strategi marketing interaktif dan storytelling yang terus diperbarui.
Baca Juga: Lestarikan Budaya Lokal, KAI Daop 3 Cirebon Gelar Seni Tarling Cerbonan di Stasiun Cirebon
Pertanyaan lain datang dari Amel, yang ingin tahu seberapa lama sebaiknya pindah dari satu bisnis ke bisnis lain dan bagaimana memilih pendanaan, apakah melalui investor atau opsi lain.
Para pembicara menjelaskan pentingnya adaptasi, riset pasar, serta memilih pendanaan yang sejalan dengan visi dan prinsip syariah.
Mereka juga menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses: misalnya bisnis ayam asap yang pengasapannya rumit, diubah menjadi ayam geprek agar lebih efisien dan tetap mempertahankan rasa.
Baca Juga: DPD HAPI Jawa Barat Gelar Pelatihan Paralegal Angkatan ke-1, Begini Kata Dr Yanto Irianto SH MH
Sesi ini memberikan pelajaran berharga bahwa kreativitas, konsistensi, inovasi, dan keberanian mengambil keputusan berbasis syariah menjadi fondasi agar bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Selain menghadirkan diskusi intelektual, SCOFEST 2025 juga dimeriahkan dengan bazar UMKM yang menampilkan beragam tenant, mulai dari kuliner, fashion, hingga produk kreatif Islami.
Suasana bazar terasa hidup dan hangat, di mana peserta bisa menikmati hidangan lezat, berbelanja produk halal, sekaligus mendukung ekonomi lokal.
Baca Juga: DPRD dan Pemkab Indramayu Setujui Perubahan Propemperda Tahun 2025
Salah satu peserta, Naya (19), mengaku tertarik ikut SCOFEST karena topiknya yang membahas ekonomi syariah dengan cara yang ringan tapi membuka wawasan.
“Karena acaranya bahas ekonomi syariah, aku jadi penasaran ikut. Bazaar makanannya juga seru banget, ada dimsum, somay, dan banyak lagi, semuanya enak. Dari materinya, aku baru tahu kalau crypto itu ternyata bisa halal atau haram tergantung caranya. Tadi juga sempat dibahas gimana cara bedainnya, bisa lewat komunitas atau platform tertentu yang bantu kita tahu mana yang sesuai syariah. Ternyata banyak banget yang tertarik sama crypto syariah,” ujarnya antusias.
Dengan berakhirnya rangkaian acara hari pertama, SCOFEST 2025 diharapkan dapat menjadi penghubung antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan generasi muda dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Baca Juga: Buka Turnamen Dandim Cup II, Wabup Jigus: Ajang Sportivitas dan Pencetak Bibit Atlet Muda
Sarah Amatullah (Anggota Digital Marketing)
081328771580
Artikel Terkait
Perkuat Kolaborasi Komunikasi Stakeholder Management, Danantara Indonesia dan IFG Gelar Corporate Communication Gathering
IFG Tutup Program Kindness to Progress 2025, Sukses Beri Dampak Positif untuk Masyarakat Desa Ngabab
Peringati Hari Pelanggan Nasional, IFG Hadirkan Solusi Digital untuk Nasabah Aplikasi Asuransi One by IFG
Nushafest 2025: Menyatukan Semangat Generasi Muda untuk Keuangan Syariah yang Lebih Cerdas dan Halal