Pemkab Cirebon dan FKDC Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Tingkatkan Layanan Inklusif

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 19 September 2025 | 06:03 WIB
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon yang diwakili oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Agus Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Cirebon bersama FKDC dalam mendukung hak-hak penyandang disabilitas.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon yang diwakili oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Agus Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Cirebon bersama FKDC dalam mendukung hak-hak penyandang disabilitas.

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon bekerja sama dengan Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) menyelenggarakan pelatihan dasar bahasa isyarat di Hotel Santika Cirebon, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan perangkat daerah, tenaga pendamping disabilitas, komunitas difabel, dan perwakilan perusahaan, serta menghadirkan narasumber dari Yayasan Pancaran Kasih Grage dan GERKATIN Cirebon.

Tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pelayanan publik, khususnya bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara, serta mendorong terciptanya lingkungan pelayanan publik yang inklusif.

Baca Juga: KPK Pastikan Kasus Google Cloud yang Menjerat Nadiem Makarim Tetap Berjalan, Siap Koordinasi dengan Kejagung

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon yang diwakili oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Agus Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Cirebon bersama FKDC dalam mendukung hak-hak penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam pelayanan publik, khususnya bagi penyandang disabilitas rungu dan wicara, serta menciptakan lingkungan yang inklusif,” ujar Agus.

“Kami mengapresiasi FKDC atas rangkaian kegiatan sepanjang tahun 2025 dan berharap pelatihan ini dapat membuka kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk terus berkarya dan bekerja,” tambahnya.

Baca Juga: Terbaru soal Pagar Beton Laut Cilincing, Perusahaan Diminta Salurkan CSR untuk Nelayan Terdampak Pembangunan Tanggul

Hal senada disampaikan perwakilan Bappelitbangda Kabupaten Cirebon, Eva Rachmah Koesoemorini, yang menegaskan bahwa Kabupaten Cirebon telah dicanangkan sebagai kabupaten inklusi.

“Kami sedang menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) mengenai peran disabilitas dalam pembangunan Kabupaten Cirebon,” kata Eva.

“Dengan pelatihan bahasa isyarat ini, kami berharap teman-teman tuli dapat berkomunikasi dengan lebih baik, sekaligus berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” tuturnya.

Baca Juga: Status Tanggap Darurat Bali sampai 17 September 2025, Ini yang Dilakukan Prabowo Saat Kunjungi Korban Banjir

Ketua FKDC yang diwakili Oni Jahoni, menekankan pentingnya penguasaan bahasa isyarat dalam komunikasi sehari-hari.

“Bahasa isyarat adalah bahasa yang sangat unik dan penting untuk meningkatkan komunikasi dengan difabel tuli,” ucap Oni.

“Kami berharap para pendamping yang mengikuti pelatihan ini bisa menggetoktularkan keterampilan bahasa isyarat kepada orang lain di lingkungannya,” tukasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X