Dukung IIA Conference 2025, IFG Tegaskan Transformasi Berbasis GRC

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 5 September 2025 | 07:27 WIB
Komisaris IFG, Sumiyati (tengah) bersama Komisaris Bank Muamalat, Sapto Amal Damandari (kiri), Inspektur VII Kementerian Keuangan, Achmad Ghufron (tengah kiri), Vice Presiden IIA Indonesia, Joni Patibang (kanan) di Konferensi Nasional The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia 2025. (Dok. IFG)
Komisaris IFG, Sumiyati (tengah) bersama Komisaris Bank Muamalat, Sapto Amal Damandari (kiri), Inspektur VII Kementerian Keuangan, Achmad Ghufron (tengah kiri), Vice Presiden IIA Indonesia, Joni Patibang (kanan) di Konferensi Nasional The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia 2025. (Dok. IFG)

FAJARNUSA.COM - Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi yang berada di bawah naungan Danantara Indonesia, mendukung penuh penyelenggaraan Konferensi Nasional The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia 2025 pada 27-28 Agustus 2025 di Medan.

Konferensi bertema "Audit for Tomorrow: Strategic. Future-Ready. Sustainable." ini dihadiri lebih dari 600 peserta, melibatkan pimpinan audit internal, regulator, praktisi, akademisi, serta perwakilan dari perusahaan nasional maupun multinasional.

Forum ini menegaskan kembali posisi auditor internal sebagai mitra strategis dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, dan kontrol (GRC).

Baca Juga: Mensos Ajukan Tambahan Anggaran Rp12 Triliun ke DPR, Salah Satunya untuk Program Makan Lansia

Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan pentingnya tata kelola sebagai fondasi transformasi IFG.

"Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, IFG percaya bahwa penguatan tata kelola dan GRC merupakan landasan strategis untuk memastikan transformasi bisnis berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Audit internal bukan sekadar fungsi pengawasan, melainkan mitra strategis yang mengawal arah perubahan," ujarnya.

Baca Juga: Satpol PP Kota Cirebon Hadirkan Program Inovasi Perawan Gatra

Sebagai wujud nyata, IFG juga memperkuat aspek kontrol melalui penerapan four eyes principles, yakni mekanisme pengawasan berlapis yang memastikan setiap keputusan penting mendapat persetujuan minimal dari dua pihak berwenang.

Prinsip ini menjadi instrumen penting untuk menjaga akuntabilitas dan mencegah potensi risiko dalam pengambilan keputusan bisnis.

Denny menambahkan, IFG berkomitmen menghadirkan praktik terbaik di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi.

Baca Juga: Subsidi Motor Listrik 2025 Belum Jalan, Menperin Pastikan Skema Siap untuk 2026

"Kami ingin mendorong perubahan paradigma industri asuransi nasional, dari sekadar common practice menjadi best practice. Transformasi ini bukan hanya memperkuat daya saing industri keuangan, tetapi juga memberikan nilai nyata bagi perekonomian nasional."

Senada dengan itu, Achmad Hidayat selaku Managing Director Internal Audit Danantara Indonesia, menekankan urgensi transformasi audit internal.

"Transformasi audit internal tidak bisa lagi ditunda. Al dan data analytics bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas, mendeteksi risiko lebih dini, dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi organisasi. Namun teknologi hanyalah alat, nilai sejati audit tetap terletak pada rasa ingin tahu, empati, dan pemikiran kritis auditor," ujarnya dalam sesi diskusi panel Konferensi IIA 2025.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X