FAJARNUSA.COM - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi rumah korban meninggal dunia dalam insiden pasar rakyat di Pendopo Garut pada Jumat, 18 Juli 2025.
Pasar rakyat tersebut dalam rangka syukuran pernikahan anaknya, Maula Akbar Mulyadi dan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina.
Sebagai salah satu bentuk tanggung jawabnya, Gubernur yang kerap disapa KDM itu pun berjanji akan menanggung biaya anak-anak korban, khususnya dari keluarga anggota Polri, seperti yang diunggah di akun Instagramnya.
Baca Juga: Aksi Balap Liar Dibubarkan Polres Cirebon Kota, 97 Remaja Diamankan
“Mereka kini jadi anak asuh saya,” tulis KDM dalam caption video yang diunggah pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Selain keterangan tertulis, dalam video tersebut juga terlihat momen KDM berbicara langsung pada anak korban.
“Mulai sekarang jadi anak Pak Dedi ya, nanti sekolah, kuliah, atau persiapan jadi Akpol kita,” ujarnya dalam video tersebut.
Baca Juga: Usai Serangkaian Kecelakaan, Jalur Rinjani Resmi Ditutup untuk Perbaikan Keamanan
KDM juga memberikan uang santunan sebesar Rp150 juta kepada keluarga korban.
“Pak Dedi nitip Rp150 juta, Pak Dedi yang makasih, maafin ya,” kata KDM.
“Semangat sekolahnya, nggak boleh putus asa,” imbuhnya.
Baca Juga: Bakti Sosial dan Bazar UMKM Ramaikan Festival Kepatihan di Cirebon
Terakhir, KDM mengatakan untuk tak lagi memikirkan kebutuhan sekolah karena ia yang akan menanggung.
“Calon Akpol, gantiin Bapak, harus paling pinter, dewasa, paling besar, maafin ya. Nggak usah berpikir apa-apa sekarang, semuanya tanggung jawab Pak Dedi, ya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Tiga Orang Tewas di Syukuran Pernikahan Anak KDM, Makan Gratis Berubah jadi Tragedi Memilukan
Dedi Mulyadi Tanggapi Kasus Kericuhan di Pesta Rakyat Pernikahan Anaknya yang Berujung Duka