Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Ungkap Modus Pengoplosan Beras, Kerugian Capai Rp99 Triliun
“Nilai-nilai Pancasila bukan hanya untuk dihafal saat upacara, tapi juga harus kita amalkan di media sosial,” ujar Nana.
Sesi berlangsung dua arah. Banyak siswa-siswi yang berinteraksi dan berbagi pengalaman digitalnya, membuat suasana jadi hidup dan terasa dekat. Bahkan beberapa siswa mengaku baru sadar bahwa kebiasaan digital mereka selama ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
“Ternyata yang saya alami itu namanya digital fatigue. Baru tahu juga kalau bisa ngaruh ke suasana hati dan konsentrasi,” ungkap Siska salah satu siswa.
Perwakilan Panitia MPLS SMK Auto Matsuda, Adit Aditya, mengapresiasi kehadiran Diskominfo dalam MPLS ini. Menurutnya, materi ini sangat relevan dan penting untuk membentuk karakter siswa di era digital.
“Karena di dunia media sosial, khususnya, etika sangat penting. Satu postingan atau komentar bisa berdampak besar, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Maka anak-anak harus belajar berpikir sebelum mengunggah atau membalas sesuatu di dunia maya,” Pungkasnya.
Artikel Terkait
Pelaksanaan MPLS, Pj Wali Kota Imbau Tidak Boleh Ada Perundungan
Penyelenggaraan MPLS Kabupaten Kuningan, Dinas Pendidikan akan Adakan Mulok Baru
MPLS di SMP Islam Al Azhar 5 Cirebon, Pj Wali Kota Berikan Motivasi Perbanyak Literasi Menjadi Generasi Unggul dengan Warna Berbeda