Sekolah Legislasi dan Urgensi Pendidikan Politik bagi Generasi Muda

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Jumat, 11 Juli 2025 | 06:25 WIB
DPM ITB Widya Gama Lumajang melaksanakan audiensi resmi di Ruang Komisi A DPRD (Sumber : Dani Febri/Fajarnusa.com)
DPM ITB Widya Gama Lumajang melaksanakan audiensi resmi di Ruang Komisi A DPRD (Sumber : Dani Febri/Fajarnusa.com)

3. Communication & Networking
Pembentukan keterampilan komunikasi lintas lembaga dan relasi strategis demi kepentingan publik.

4. Legislative Essentials
Pengenalan Kelegislatifan sekaligus Peserta diajak merasakan langsung proses legislasi melalui simulasi persidangan, seperti yang dilakukan DPRD.

Kolaborasi Strategis dengan DPRD Lumajang

Baca Juga: Viral Wuling Almaz Keluarkan Asap Putih Tebal di Lampu Merah Jogja, Apa Penyebabnya?

Kami bersyukur program ini mendapat respon positif dari DPRD Kabupaten Lumajang. Pada 10 Juli 2025, kami DPM ITB Widya Gama Lumajang melaksanakan audiensi resmi di Ruang Komisi A DPRD, kami berdiskusi langsung dengan Ketua Bapemperda, Awaluddin Yusuf, dan jajaran anggota lainnya. Audiensi juga dihadiri oleh perwakilan Bakesbangpol serta bagian hukum dari Setda Kabupaten Lumajang, serta disaksikan rekan-rekan BPM Fisip Unej yang kebetulan sedang melaksanakan magang di DPRD Kabupaten Lumajang.

Dukungan tersebut menguatkan bahwa Sekolah Legislasi bukan sekadar program mahasiswa, tetapi langkah konkret yang didukung oleh para pembuat kebijakan daerah. Kolaborasi ini memungkinkan peserta tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga berinteraksi langsung dengan lembaga legislatif sebagai mitra pembelajaran sebuah pengalaman yang langka dan bernilai tinggi.

Menjadi Role Model Pendidikan Politik

Baca Juga: Pemkab Cirebon Lakukan Pembersihan TPS Liar, Wabup Jigus Ajak Masyarakat Hidup Sehat

Harapannya, Sekolah Legislatif menjadi role model pendidikan politik yang progresif. Bukan sekadar penyampaian materi satu arah, tetapi pembelajaran yang melibatkan pengalaman langsung. Peserta tidak hanya mengenal DPRD dari buku teks, tetapi mengalami sendiri bagaimana lembaga legislatif bekerja dalam proses perumusan kebijakan.

Generasi muda bukan hanya air on stock bangsa—mereka adalah penggerak. Namun, daya gerak mereka dalam perubahan hanya bisa diwujudkan jika dibekali dengan pemahaman birokrasi dan wawasan politik yang memadai. Sekolah Legislatif hadir untuk menjembatani kesenjangan itu. Dengan memahami, mempraktikkan, dan terlibat langsung, kami percaya, ketika pemuda tidak lagi alergi terhadap politik, maka masa depan Bangsa Indonesia akan lebih sehat, matang, dan berdaulat.

Oleh: Muhammad Khoirul Fahmi
Ketua DPM ITB Widya Gama Lumajang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X