Wamenpar Genjot Pariwisata 3B: Kolaborasi Lintas Daerah demi Destinasi Unggulan Indonesia

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 23 Juni 2025 | 19:57 WIB
Wamenpar Ni Luh Puspa (tengah kanan) saat menghadiri FGD pengembangan pariwisata wilayah Banyuwangi, Bali Barat dan Bali Utara di Wantilan Lovina.  (Mita Damayanti)
Wamenpar Ni Luh Puspa (tengah kanan) saat menghadiri FGD pengembangan pariwisata wilayah Banyuwangi, Bali Barat dan Bali Utara di Wantilan Lovina. (Mita Damayanti)

FAJARNUSA.COM -- Semangat kolaborasi untuk memajukan pariwisata di wilayah Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi yang dikenal sebagai kawasan "3B", terus digenjot. 

Sebuah forum diskusi penuh antusiasme berlangsung di Wantilan Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, pada Minggu 22 Juni 2025, menandai komitmen bersama untuk memperkuat sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma, mewakili Bupati, dalam sambutannya menekankan pentingnya menyatukan visi dan sinergi antar ketiga wilayah ini. 

Baca Juga: BPBD DKI Peringatkan Ancaman Banjir Rob di Pesisir Jakarta hingga 29 Juni, Sejumlah Wilayah Termasuk Ancol Berisiko

Tujuannya untuk semakin memperkuat daya tarik wisata baik di tingkat regional maupun internasional.

"3B punya potensi (pariwisata) sejajar mulai dari pantai, perbukitan, pegunungan hingga budaya lokal," ujar Gede, dikutip Senin 23 Juni 2025.

"Namun, kami menyadari masih ada tantangan dalam hal amenitas dan aksesibilitas. Karena itu merupakan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga pelaku industri," imbuhnya.

Baca Juga: Proyek Paving di Kelurahan Tambak Wedi Kota Surabaya Tidak Sesuai Permen PU

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, yang turut hadir, menegaskan bahwa inisiatif penguatan 3B ini bukan hanya sekadar pencitraan atau seremoni belaka. 

Ia menyerukan akselerasi menuju implementasi nyata di lapangan.

"Kita tak ingin hanya bicara soal peluncuran 3B, tapi ingin melihat realisasi nyata di lapangan. Sekarang saatnya tancap gas," ujar Puspa.

Baca Juga: Wakil Kepala Daerah Ikut Kegiatan Retret Gelombang II, Wamendagri Ungkap Alasan Beda Skema dengan Gelombang I

Langkah positif terlihat dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Udayana dan IKAYANA. 

MoU ini berfokus pada pengelolaan sampah berbasis destinasi pariwisata serta penguatan paket 3B, menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

"Saya sangat mengapresiasi inisiatif pengelolaan sampah. Ini langkah penting menuju pariwisata regeneratif, khususnya untuk Bali Utara dan Bali Barat," tambah Ni Luh Puspa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X