Masing-masing sebanyak 7 lemparan dengan kerikil yang diambil dari Muzdalifah.
Sementara jemaah haji yang mengambil Nafar tsani melakukan jumrah ula, wustho dan aqobah pada tanggal 13 Zulhijjah.
Awalnya, untuk tahun ini Kemenag menurut aturan Arab Saudi akan melakukan skema tanazul, di mana para jemaah haji langsung kembali ke Makkah usai lempar jumrah aqabah.
“Tanazul mengikuti pendapat Mazhab Hanafi yang menyatakan bahwa mabit di Mina hukumnya sunnah,” jelas Ulinnuha.
“Jemaah yang memilih langsung kembali ke hotel tidak terkena dam dan hajinya tetap sah,” tambahnya lagi.
Dalam keterangan yang diunggah Kemenag, ada sekitar 30 ribu jemaah dari sektor Syisyah dan Raudha yang dijadwalkan mengikuti tanazul.
Jemaah yang melempar jumrah tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah tidak kembali ke tenda di Mina, tetapi langsung kembali ke hotel masing-masing.
Skema ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan jemaah di Mina, karena ada urgensi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) meyakinkan bahwa dalam fikih haji dan pelaksanaan ibadahnya tetap sah.
Namun, skema tersebut dibatalkan mengingat jalanan Mina yang sempit dan dikhawatirkan akan menimbulkan masalah kemacetan.***
Artikel Terkait
Otoritas Keamanan Siapkan Sanksi Berat Terkait Haji Ilegal, dari Denda Uang hingga Larangan 10 Tahun ke Arab Saudi
Dirjen PHU Ungkap Syarikah Berlomba-lomba Buat Jemaah Calon Haji Indonesia Nyaman, Salah Satunya Konsep Tenda Ala Tanah Air
Mendekati Puncak Haji, Kemenkes Ungkap Beberapa Jemaah Calon Haji Alami Gangguan Tulang dan Sendi
Negosiasi Kemenag RI Tembus Pemerintah Arab Saudi, Klinik Kesehatan untuk Jemaah Haji Indonesia Diizinkan Beroperasi Lagi