Negosiasi Kemenag RI Tembus Pemerintah Arab Saudi, Klinik Kesehatan untuk Jemaah Haji Indonesia Diizinkan Beroperasi Lagi

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 5 Juni 2025 | 09:32 WIB
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Sealsa, 3 Juni 2025. (Instagram/kemenag_ri)
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Sealsa, 3 Juni 2025. (Instagram/kemenag_ri)

FAJARNUSA.COM -- Jurus lobi Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk membuat Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) kembali beroperasi berjalan mulus.

KKHI di Daerah Kerja (Daker) Makkah dibuka lagi untuk melayani para jemaah yang berasal dari Indonesia

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan regulasi agar para jemaah calon haji yang sakit dirujuk ke Rumah Sakit Saudi.

Baca Juga: Sufmi Dasco Tepis Isu PDIP Merapat ke Kabinet usai Pertemuan Prabowo-Megawati di Momen Harlah Pancasila 2025

Setelah dilakukan negosiasi oleh Menag dengan Menkes Saudi dan Kementerian Dalam Negeri Saudi, akhirnya KKHI diizinkan buka lagi untuk melayani jemaah.

“Banyak jemaah kita, ada beberapa jemaah kita itu diduga mereka menahan penyakitnya karena takut dibawa ke rumah  sakit,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari unggahan Instagram Kemenag RI pada Rabu, 4 Juni 2025.

Nasaruddin mengungkapkan bahwa ketakutan para jemaah tersebut karena beberapa faktor, salah satunya kendala bahasa.

Baca Juga: Alasan Keenan Nasution Tuntut Rp24,5 Miliar dan Jaminan Sita Rumah Vidi Aldiano Terkait Polemik Royalti Nuansa Bening

“(Takut) dirawat oleh oleh orang yang tidak ngerti bahasanya dan tidak ada pendampingnya,” imbuhnya.

“Nah, sekarang dengan KKHI aktif kembali maka penyakit-penyakit yang tidak mesti dirujuk, di sini saja itu sudah bisa kembali lagi ke ke kemahnya, itu kan lebih baik,” tambah Nasaruddin lagi.

Menurut Nasaruddin, jemaah yang memerlukan penanganan medis, bisa dirujuk di KKHI, kecuali untuk penyakit tertentu yang harus mendapatkan rujukan ke RS Arab Saudi.

Baca Juga: KAI Beri Diskon 30 Persen di Libur Sekolah dan Long Weekend Mulai 5 Juni 2025

“Kita yakinkan mereka bahwa jemaah Indonesia lebih nyaman dirawat di KKHI faktornya karena ada kesamaan bahasa dan ada pendampingnya,” terangnya.

“Sekali lagi kami berterima kasih kepada Pemerintah Arab Saudi yang telah berkomitmen mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan tamunya, yaitu jemaah haji Indonesia,” pungkasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X