Mengenal Para Pahlawan di Balik Hari Kebangkitan Nasional: Dari Dr. Wahidin hingga HOS Tjokroaminoto

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 20 Mei 2025 | 15:16 WIB
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei.  ((freepik.com))
Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. ((freepik.com))

FAJARNUSA.COM - Setiap tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional, sebuah tonggak penting dalam sejarah negeri ini yang menandai munculnya kesadaran  rakyat untuk bersatu melawan penjajahan.

Momen ini bermula dari berdirinya organisasi modern pertama di tanah air: Budi Utomo, yang digagas oleh para pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) pada 20 Mei 1908. 

Sejak itulah, semangat perjuangan melalui jalur organisasi, pendidikan, dan politik mulai berkobar di kalangan anak bangsa.

Baca Juga: Langsung Hadir Di Tengah Warga, Wabup Syaefudin Mediasi Kuwu dan Warga Desa Sukaslamet

Namun di balik pergerakan besar itu, ada sosok-sosok luar biasa yang menjadi motor penggeraknya. 

Siapa saja mereka? Berikut deretan tokoh penting di balik Kebangkitan Nasional yang tak boleh dilupakan.

  1. Dr. Wahidin Soedirohusodo 

Baca Juga: Tragedi di Magetan, Kereta Malioboro Ekspres Tabrak 7 Pengendara Motor: 4 Orang Tewas di Tempat

Dari Yogyakarta, muncul sosok inspiratif bernama Dr. Wahidin Soedirohusodo. Ia resah melihat banyak anak muda cerdas terpaksa menghentikan pendidikan karena keterbatasan biaya. Alih-alih tinggal diam, ia memilih turun tangan.

Dengan semangat tinggi, Wahidin berkeliling Pulau Jawa untuk menggalang dana beasiswa bagi pelajar pribumi. 

  1. Dr. Soetomo

Baca Juga: Pemkab Indramayu Sinergi Kembangkan Kawasan Rebana sebagai Jantung Investasi Nasional

Sebagai salah satu pendiri Budi Utomo, Dr. Soetomo punya peran besar dalam membangun kesadaran nasional.

Tak hanya berjuang lewat dunia kesehatan sebagai dokter pemerintah, ia juga aktif mendorong perubahan lewat jalur politik.

Ia pernah tergabung dalam Indonesische Studies Club (ISC) dan mendirikan Partai Indonesia Raya (Parindra) pada 1935. 

Baca Juga: Pembangunan Jalan Cor Beton Desa Terusan, Disambut Baik oleh Warga

  1. Ernest Douwes Dekker 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X