Yayasan MBN Mulai Dipanggil Kepolisian, Jelaskan Alasan Klaim Perbedaan Harga dengan Mitra MBG Kalibata

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Minggu, 4 Mei 2025 | 11:35 WIB
Yayasan MBN menjelaskan tentang perbedaan harga porsi MBG. (Instagram.com/badangizinasional.ri)
Yayasan MBN menjelaskan tentang perbedaan harga porsi MBG. (Instagram.com/badangizinasional.ri)

FAJARNUSA.COM -- Mitra dapur MBG Kalibata mempermasalahkan tentang perbedaan harga porsi Makan Bergizi Gratis dengan Yayasan Media Bakti Nusantara (MBN).

Diklaim oleh pengacara dapur MBG Kalibata, Danna Harly, dalam kontrak antara Ira dengan Yayasan MBN, harga makanan tiap porsi untuk semua jenjang adalah Rp15.000.

Namun, saat program berjalan, yayasan menurunkan harga secara sepihak menjadi Rp13.000 untuk PAUD, TK, dan SD kelas 1 hingga 3 setiap porsinya.

Baca Juga: Momen Aksi Bela Palestina di Kedubes AS, Terbentang Spanduk Bergambar Buah Semangka: Tanda Solidaritas RI untuk Gaza

Sedangkan untuk kelas 4 hingga 6, harga makanannya adalah Rp15.000.

Harga baru tersebut juga masih dipangkas Rp2.500, sehingga pihak dapur hanya mendapatkan harga makanan Rp10.500 per porsi.

Pihak Yayasan MBN yang baru saja dipanggil ke Mapolres Jakarta Selatan terkait laporan Ira Mesra, pengelola dapur MBG Kalibata menjelaskan tentang perbedaan harga tersebut.

Baca Juga: Jelang Indonesia vs China, Maarten Paes Blak-blakan Soal Taktik Negeri Tirai Bambu Bongkar Pertahanan Garuda

“Kalau masalah harga, itu sudah jelas di dalam kontrak dari Yayasan ke BGN paling tinggi Rp15.000 sudah ada dan itu kan dari SPPG tentang gramasi, tentang titik-titik sudah ada,” kata  kuasa hukum Yayasan MBN, Timoty Ezra Simanjuntak kepada media pada Jumat, 2 Mei 2025.

Timoty kemudian menjelaskan bahwa setiap minggunya selalu diberi informasi mengenai menu dan lokasi penyebarannya.

“Setiap pekan itu dikasih berapa menu, berapa titik lokasi yang mau diantar, distribusi sudah ada, gitu,” imbuhnya.

Baca Juga: Gibran Beberkan Laporan Anggaran Rp17,1 Triliun untuk Perbaikan Sekolah, Ungkap Negara Telah Biayai 8.500 Mahasiswa LPDP di Tahun 2024

“Mau TK, mau SMA, mau SD sudah ada, jadi kalau nanti ada perbedaan, itu menyesuaikan, jadi ada bahasa paling tinggi,” jelasnya lagi.

Sejalan dengan pernyataannya kali ini, Timoty sempat mengungkapkan bahwa permasalahan harga memang sudah tercantum dalam kontrak.

“Tapi harus dipahami di dalam kontrak dan pelaksanaan pasti ada perbedaan, nah itu yang lagi kami cari jalan keluarnya melalui data pendukung,” kata Timoty saat konferensi pers pada 25 April 2025 lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X