Gibran Beberkan Laporan Anggaran Rp17,1 Triliun untuk Perbaikan Sekolah, Ungkap Negara Telah Biayai 8.500 Mahasiswa LPDP di Tahun 2024

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 3 Mei 2025 | 21:05 WIB
Wapres Gibran saat menjabarkan laporan tentang perbaikan pemerintah di sektor pendidikan di video monolog yang diunggah di Instagram. (Instagram/gibran_rakabuming)
Wapres Gibran saat menjabarkan laporan tentang perbaikan pemerintah di sektor pendidikan di video monolog yang diunggah di Instagram. (Instagram/gibran_rakabuming)

FAJARNUSA.COM -- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali muncul dalam video monolog.

Kali ini, Gibran membahas tentang rencana Artificial Intelligence (AI) dan coding yang direncanakan untuk masuk ke kurikulum sekolah.

Ia menekankan pentingnya para anak muda untuk bisa menguasai teknologi, termasuk AI.

Baca Juga: Bali Sempat Blackout, Istana Ikut Buka Suara dan Ungkap Arahan Presiden untuk Koordinasi dengan Dirut PLN

Dalam video berdurasi 4:43 menit itu, Gibran mengungkapkan bahwa AI akan mulai diajarkan kepada anak sekolah di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK.

Selain tentang AI, Gibran juga memberi laporan tentang kinerja pemerintah untuk memperbaiki sektor pendidikan.

“Pemerintah terus berupaya keras memperbaiki pendidikan kita, pemerataan fasilitas pendidikan terus dilakukan,” kata Gibran dalam video monolog yang diunggah di Instagramnya, dikutip pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Baca Juga: Wapres Gibran Umumkan AI Bakal Jadi Kurikulum Baru di Sekolah, Pembelajaran Siap Dimulai di Tahun Ajaran Baru

Ia membeberkan ada dana pemerintah sebesar Rp17,1 triliun untuk pendidikan pada bagian perbaikan sekolah.

“Tahun ini sudah dianggarkan Rp17,1 triliun untuk pembangunan dan perbaikan sekolah, dukungan pembiayaan sekolah dan beasiswa terus dilakukan, salah satunya LPDP,” imbuhnya.

Menurut data yang dijabarkan, pada tahun 2024, ada 8.500 yang mendapatkan bantuan beasiswa oleh LPDP.

Baca Juga: Suzuki FRONX Segera Dirilis, Desain Coupe SUV dengan Lekukan Dinamis dan Sporty

“Sebanyak 3.900 mahasiswa menempuh pendidikan di luar negeri, selain itu juga dilakukan pembangunan sekolah rakyat dan sekolah unggulan, peningkatan kualitas tenaga pengajar, dan lain-lain,” tandasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X