Ganti Menu MBG saat Ramadan, Kepala BGN Berdalih Cari yang Tidak Basi Sampai Sore

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Senin, 10 Maret 2025 | 17:13 WIB
Kepala BGN Beri Jawaban tentang Menu MBG saat Ramadan yang Dianggap Minimalis.  (instagram.com/badangizinasional.ri)
Kepala BGN Beri Jawaban tentang Menu MBG saat Ramadan yang Dianggap Minimalis. (instagram.com/badangizinasional.ri)

FAJARNUSA.COM - Selama bulan Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan makanan tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa.

Perubahan ini menimbulkan berbagai reaksi, terutama karena menu yang awalnya berupa nasi dan lauk pauk diubah menjadi makanan yang lebih tahan lama.

"Tujuannya agar menu yang dimakan pelajar pada sore hari tidak basi," jelas Kepala BGN, Dadan Hindayana, pada Sabtu, 8 Maret 2025.

Baca Juga: Update Bencana Banjir di Grobogan Jateng: Akibat Luapan Sungai Tuntang yang Sudah 4 Kali Jebol di 2025

Sebagai gantinya, BGN menyiapkan makanan seperti telur rebus, kurma, susu, dan kue kering fortifikasi. 

Selain itu, BGN juga mempertimbangkan untuk menambahkan bubur kacang hijau atau kolak ke dalam daftar menu selama Ramadan.

“Atau kolak yang jelas sumber komposisi gizinya tetap, di mana di situ ada protein, karbohidrat, dan ada serat,” ujar Dadan.

Baca Juga: Skandal Minyakita Mencuat, DPR Soroti Kerugian Warga RI: Pengawasan Harus Diperketat

Perubahan ini diterapkan di berbagai daerah, termasuk di Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelumnya, menu MBG berupa nasi, sayur, ikan, dan susu, tetapi kini diubah menjadi makanan yang lebih tahan lama.

“Selama bulan puasa, program ini juga masih tetap bergulir tentu dengan penyesuaian,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pada Jumat, 7 Maret 2025.

Baca Juga: Update Bencana Banjir-Longsor di Sukabumi: 5 Korban Tewas, 4 Orang Masih Dalam Pencarian

Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, penyesuaian juga dilakukan dengan mengganti makanan basah seperti nasi dan ayam dengan makanan yang lebih tahan lama. 

Kepala SDN 1 Bukit Tunggal, Hardani, menjelaskan bahwa sejak awal Ramadan, siswa menerima paket makanan yang berbeda dari biasanya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X