Proses Identifikasi Korban Meninggal dalam Kasus Penembakan 5 WNI di Malaysia Selesai, Jenazah akan Segera Dipulangkan ke Sumatera Utara

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 11 Februari 2025 | 13:42 WIB
Kemlu akan segera pulangkan jenazah korban penembakan WNI di Malaysia (kemlu.go.id)
Kemlu akan segera pulangkan jenazah korban penembakan WNI di Malaysia (kemlu.go.id)

Identifikasi identitas dengan rekam biometrik

Judha mengalui memang ada kesulitan dalam prosesnya sehingga dalam identifikasi identitas korban ini bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau KP2MI.

Baca Juga: Pemerintah Minta UMKM Mendaftarkan NIB Agar Bisa Mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg

“Penelusuran biometrik serta kerjasama dengan KP2MI untuk melacak keluarga, Kemenlu berhasil memverifikasi identitas Almarhum,” ujar Judha.

Karena tidak ada dokumen tentang identitasnya, Judha sempat mengatakan jika korban meninggal terbaru saat itu belum bisa diidentifikasi secara langsung.

Satu WNI lainnya yang sebelumnya juga dirawat di Rumah Sakit Idris Shah Serdang juga tak mengetahui identitas Almarhum.

“Sesama WNI yang dirawat di RS Idris Shah Serdang juga tidak mengenal detil data Almarhum,” ungkap Judha pada Selasa, 4 Februari 2025.

“KBRI Kuala Lumpur terus mengupayakan proses identifikasi antara lain melalui rekam biometrik,” imbuhnya.

Info 5 WNI korban penembakan dan 1 WNI yang ditahan

Dari hasil penyidikan aparat, 5 WNI tersebut adalah Pekerja Migran Indonesia atau PMI yang menggunakan jalur ilegal.

Korban meninggal dunia pertama dengan inisial B dinyatakan sudah dimakamkan di kampung halamannya di Riau.

Kemudian korban dengan inisial HA dan MZ berasal dari Riau adalah dua orang yang kondisinya stabil dan bisa memberikan keterangan sejak awal insiden.

Keduanya adalah korban yang membantah adanya tindakan penyerangan kepada aparat APMM.

Kemudian MH berasal dari Aceh sudah dirawat di kamar biasa setelah sebelumnya dirawat di kamar intensif.

Disebutkan juga jika kepolisian Malaysia mencari 2 orang WNI yang diduga memiliki kaitan dengan insiden penembakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X