Aplikasi Lapor Era Jokowi Kini Tak Terpakai Lagi? Menyoal Layanan Aduan Ala Gibran yang Bikin Bingung Warga +62!

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 12 November 2024 | 07:06 WIB
Potret Wapres RI Gibran Rakabuming Raka dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang membuat layanan pengaduan masyarakat di eranya masing-masing. Simak ulasan selengkapnya. (Instagram.com / @gibran_rakabuming - @jokowi)
Potret Wapres RI Gibran Rakabuming Raka dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang membuat layanan pengaduan masyarakat di eranya masing-masing. Simak ulasan selengkapnya. (Instagram.com / @gibran_rakabuming - @jokowi)

FAJARNUSA.COM -- Masyarakat Indonesia kini disuguhkan program layanan pengaduan masalah yang digelar oleh Wapres RI Gibran Rakabuming Raka, pada Senin, 11 November 2024.

Kehadiran program ini disambut baik oleh masyarakat Indonesia, sebab sang wapres memperbolehkan mereka untuk berkunjung langsung ke istana.

Dalam sebuah postingan Instagram pribadinya, Gibran menyebut akan membuka program pengaduan masyarakat itu lengkap dengan jadwalnya.

Baca Juga: Sukses Digelar, South Outside Music Fest 2024 Sukses Sedot Perhatian 7000-an Pengunjung di Stadion Diponegoro Kota Semarang

"Mulai besok, kami akan membuka pengaduan dari masyarakat Indonesia secara terbuka untuk umum," kata Gibran melalui akun Instagram pribadinya @gibran_rakabuming, pada Minggu, 10 November 2024.

"Bapak Ibu dapat langsung datang ke Istana Wakil Presiden. Jadwalnya dari hari Senin-Jumat, jam 08.00 sampai 14.00 WIB," tambahnya.

Unggahan Instagram Wapres RI Gibran Rakabuming Raka terkait program layanan pengaduan masyarakat.
Unggahan Instagram Wapres RI Gibran Rakabuming Raka terkait program layanan pengaduan masyarakat. (Instagram.com/@gibran_rakabuming)


Layanan pengaduan masyarakat bertajuk ‘Lapor Mas Wapres’ itu mengingatkan masyarakat dengan program serupa yang digagas oleh Presiden RI ke-7 sekaligus sang ayah dari Gibran, yakni Joko Widodo (Jokowi).

Platform Layanan Pengaduan Masyarakat Era Jokowi

Jokowi pernah membagikan platform layanan pengaduan dari masyarakat secara langsung kepadanya, melalui akun Twitter resminya @jokowi, pada tahun 2015 silam.

"Ada masalah di sekitar saudara? Laporkan ke saya melalui laporpresiden.org. Kanal ini hasil kreativitas anak bangsa," ujar Jokowi melalui akun Twitter @jokowi, pada 12 Juli 2015 lalu.

Cuitan Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang pernah membagikan platform layanan pengaduan masyarakat pada masa pemerintahannya.
Cuitan Presiden RI ke-7 Joko Widodo yang pernah membagikan platform layanan pengaduan masyarakat pada masa pemerintahannya. (X.com/@jokowi)


Namun berdasarkan pantauan, platform tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi oleh masyarakat yang ingin mengadukan masalahnya kepada sang Presiden RI ke-7.

Sorotan Warganet Soal Layanan Aduan Masyarakat di Era Gibran dan Jokowi

Sejumlah warganet menilai layanan yang dibuat oleh Gibran itu tidak akan berjalan efektif seperti pada masa pemerintahan era Jokowi.

Seperti dalam poster yang diunggah oleh Wapres Gibran, terdapat nomor WhatsApp yang dicantumkan untuk memudahkan masyarakat dalam memberikan laporannya.

Baca Juga: Kisruh Rapat Kepengurusan FORDAS Diwarnai Walkout Ketua FIKR dan Peserta Lainnya Akibat Ulah Plt Dishut Privinsi Kaltara Dinilai Cacat Hukum

Namun, sejumlah warganet mengeluhkan nomor WhatsApp untuk layanan pengaduan masalah tersebut tidak aktif.

"Nomor pengaduan Mas Wakil Presiden 081117042207 ternyata tidak aktif per pukul 08.41 WIB. Padahal ini sudah jam kerja," ujar seorang warganet dengan akun X @JhonSitorus_18, pada Senin, 11 November 2024.

Terkait kontak WhatsApp yang tidak aktif itu, warganet menilai platform itu bermasalah seperti di masa pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Kapten Kyai Ilyas, Sosok Pahlawan dari Lumajang

"Program bermasalah seperti Bapaknya (Jokowi)," ungkap warganet melalui akun X @NutiHandayani.

"Itu jebakan, nggak tahu kelakuannya semua WhatsApp masuk, disitulah data-data discreening, dijadikan bahan olahan," terang @DwiPakerti.

Cuitan warganet terkait program layanan aduan masyarakat di era Gibran dan Jokowi.
Cuitan warganet terkait program layanan aduan masyarakat di era Gibran dan Jokowi. (X.com/@JhonSitorus_18 )


Di sisi lain, adanya layanan pemerintah menggunakan platform digital juga menunjukkan latahnya pemerintah terhadap digitalisasi.

Sebab, aplikasi layanan pemerintah yang sebenarnya ditujukan agar memudahkan masyarakat, justru dibuat bingung dengan semakin banyaknya aplikasi yang dirilis oleh pemerintah.

Ratusan Ribu Aplikasi ‘Layanan’ Pemerintah RI Bikin Anggaran Boros

Menteri Keuangan (Menkeu) di era Gibran dan Jokowi, Sri Mulyani pernah mengeluhkan ribuan aplikasi yang tidak semuanya tidak berfungsi secara efektif.

Baca Juga: Deretan Fakta Kasus Bandar Judol Asal Kamboja yang Punya Sindikat Jual Beli Rekening di Jakbar: Dugaan Transaksi Rp21 Miliar!

"Bayangkan, kita punya lebih dari 400.000 aplikasi, kemudian setiap Kementerian lembaga itu punya 2.700 punya database sendiri-sendiri," ujar Sri Mulyani dalam kesempatan berbeda di Bali, pada Senin, 11 Juli 2022 lalu.

Menurutnya, tidak efektifnya penggunaan ribuan aplikasi itu membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi tidak efisien.

"Aplikasi ini justru membuat biaya yang dikeluarkan pemerintah menjadi tidak efisien, karena banyak aplikasi yang tidak bisa beroperasi secara multifungsi," tandasnya. **

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Sumber: Media Sosial

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X