Lewat Aplikasi si Penting, Praja IPDN Bantu Turunkan Angka Stunting melalui Sistem Geotagging

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 3 Juli 2024 | 20:51 WIB
Praja IPDN yang telah melaksanakan magang selama 21 hari di Kota Cirebon. (Dok istimewa)
Praja IPDN yang telah melaksanakan magang selama 21 hari di Kota Cirebon. (Dok istimewa)

FAJARNUSA.COM (CIREBON) - Pj Wali Kota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi hadir pada pelepasan Magang III Satuan Praja Madya Angkatan XXXII Tahun Akademik 2023/2024 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Hotel Prima, Rabu (3/7/2024).

Acara pelepasan dihadiri seluruh peserta Magang III Satuan Praja Madya Angkatan XXXII Tahun Akademik 2023/2024 IPDN. Hadir juga Rektor IPDN, Prof Dr H Hadi Prabowo MM.

Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, Pj Wali Kota mengucapkan selamat dan terima kasih kepada 354 Praja Madya Angkatan XXXII IPDN yang telah melaksanakan magang selama 21 hari di Kota Cirebon.

Baca Juga: PTN Tidak Pandai Cari Pemasukan, Eks Mendikbud Muhadjir : Biaya Wisuda Naik Nggak Akan Ada Protes

“Alhamdulillaah respons masyarakat juga sangat baik selama praja magang di Kota Cirebon. Para praja bisa menyesuaikan dengan lingkungan dan mengikuti rangkaian kegiatan, baik yang diselenggarakan di masyarakat kelurahan, kecamatan, maupun tingkat kota,” ujarnya.

Pj Wali Kota berharap pengalaman dan ilmu yang didapat selama magang bisa menjadi bekal para praja melanjutkan studi dan ketika turun langsung ke masyarakat.

Pj Wali Kota juga menilai, pelaksanaan magang ini yang secara eksplisit mendukung program strategis nasional yakni penurunan prevalensi stunting memberikan manfaat secara langsung dalam program pemerintah Kota Cirebon.

Baca Juga: Akhiri Masa Magang, Sejumlah Praja Angkatan XXXII IPDN Hadir Pada Malam Ramah Tamah

Penggunaan aplikasi si Penting untuk meningkatkan rekonsiliasi data stunting di Kota Cirebon tentu saja memberikan dampak sistemik pada apa yang selama ini telah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Cirebon.

“Kita memetakan data dengan aplikasi yang sudah dibuat oleh DKIS berdasarkan geotagging dan diskripsi yang bersifat numerik kemudian dilakukan dalam bentuk geospasial. Data ini menjadi basis kita  untuk intervensi bantuan atau lainnya agar lebih terukur dan terarah. Insya Allah kita optimis di tahun 2025 target prevalensi stunting bisa di bawah 14 persen, bahkan 11 persen,” harapnya.

Sementara itu, Rektor IPDN, Prof Dr H Hadi Prabowo MM mengatakan, Magang III Satuan Praja Madya Angkatan XXXII Tahun Akademik 2023/2024 adalah bentuk kerjasama IPDN dengan Pemerintah Kota Cirebon.

Baca Juga: Paus Fransiskus Hadir Di Misa Akbar di GBK Bulan September 2024, Ini yang di Tunggu Tunggu

Rektor IPDN mengatakan, dari hasil kegiatan magang yang dilakukan, terutama dalam pendataan stunting, diperoleh 3.097 data balita yang tersebar di 5 kecamatan dan 22 kelurahan telah terverifikasi.

“Dengan adanya validasi dan sistem geotagging stunting yang dibentuk, nanti memudahkan Pemerintah Kota Cirebon dalam penanganan, pengendalian dan percepatan upaya penurunan stunting. Karena itu termonitor setiap saat,” ujarnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X