Hadir Peluncuran Buku Teladan Bijak Kelola Susut dan Sisa Pangan, Pj Wali Kota Terima Apresiasi

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 08:35 WIB
Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi mendapat apresiasi saat hadiri  peluncuran buku Teladan Bijak Kelola Susut dan Sisa Pangan yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (22/10/2024).   (Dokumentasi: Ahmad Fikri Gunawan)
Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi mendapat apresiasi saat hadiri peluncuran buku Teladan Bijak Kelola Susut dan Sisa Pangan yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (22/10/2024). (Dokumentasi: Ahmad Fikri Gunawan)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA) -- Pj Wali Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi menghadiri acara peluncuran buku Teladan Bijak Kelola Susut dan Sisa Pangan yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (22/10/2024). Acara ini juga menjadi momen apresiasi bagi pemerintah daerah yang memiliki komitmen dalam penyelamatan pangan.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Wali Kota menyampaikan pentingnya aksi penyelamatan pangan sebagai salah satu prioritas pemerintah daerah.

“Aksi penyelamatan pangan, ketahanan pangan bagian dari prioritas, selain sisi produksi yang terus kita dorong. Dari sisi konsumsi, kita juga melakukan berbagai langkah untuk menyelamatkan pangan, dengan pengawasan dari dinas terkait yang terus memantau dan memberikan contoh pada kegiatan-kegiatan di pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Apresiasi Susunan Kabinet Merah Putih, Komandan TKN Fanta Arief Rosyid Hasan: Prabowo Mendorong Orang Muda Sebagai Kekuatan

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah membentuk kader pangan di masyarakat dan sekolah. Sosialisasi yang dilakukan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti TP PKK, untuk mengurangi limbah pangan secara sistematis.

"Kami berharap masyarakat dapat memiliki persepsi yang tepat tentang kebutuhan pangan, sehingga konsumsi dapat diukur dengan baik," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Jarot Indarto, menyampaikan bahwa pengurangan susut dan sisa pangan merupakan salah satu tujuan global dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Baca Juga: Daftar Wajah Lama yang Masuk di Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo, Ini Dia Menteri Termuda Berusia 34 Tahun

"Pengurangan susut dan sisa pangan menjadi tujuan global di dalam kerangka SDGs, terutama diarahkan untuk membentuk pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan,” ujar Jarot.

Menurut Jarot, perilaku membuang dan boros mengonsumsi pangan berdampak signifikan terhadap tingkat susut dan sisa pangan di Indonesia. Berdasarkan data Bappenas, Indonesia menghasilkan susut dan sisa pangan sebesar 115-185 kilogram per orang per tahun selama periode 2000-2019. Jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan pangan hingga 47 persen masyarakat Indonesia.

Jarot juga mendorong adanya kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam pengelolaan susut dan sisa pangan. "Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah melakukan kegiatan-kegiatan nyata dalam pengelolaan susut dan sisa pangan. Langkah-langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku lain dalam mengadopsi praktik pengelolaan yang baik,” katanya.

Baca Juga: Tak Ada Dalam Daftar Menteri, Kemanakah Luhut? Ini Peran Barunya di Kabinet Merah Putih

Di momen yang sama, Pj Wali Kota Cirebon menerima apresiasi atas komitmennya dalam pengelolaan susut dan sisa pangan, diharapkan langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dapat terus menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional. (Mike Dwi Setiawati)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X