“Upaya pemerintah luar biasa memberikan solusi untuk mengantisipasi kekeringan terkait dengan air irigasi yang terbatas,” tandas dia.
Baca Juga: DPR-RI dan Bupati Indramayu Tinjau Infrastruktur, Atasi Keluhan Masyarakat
Menyinggung wilayah Kecamatan Kandanghaur selalu kekeringan meski ada di daerah irigasi teknis sambungnya, karena Kandanghaur berada di daerah hilir Saluran Induk Cipelang Barat dan hilir Daerah Irigasi Bendung Salamdarma yang dikelola PJT II Patrol, dan air tidak sampai daerah hilir. Ini yang diprotes petani Kandanghaur karena masuk lahan irigasi teknis yang seharusnya duduk manis namun mereka harus susah payah melakukan pompa meski pada akhirnya kehabisan air juga.
Menurutnya, Kandanghaur MT I memanfaatkan air hujan, tetapi di MT II harus pompa kalau ada air. Kalau tidak ada tidak bisa tanam.
Imam Mahdi menambahkan, untuk MT I 2024-2025 diupayakan adanya pola percepatan tanam sehingga MT I bisa di bulan November dan MT II maju lagi pada kisaran bulan April. Kalau percepatan pola tanam sesuai target maka akan ada MT III dan MT III menggunakan alat-alat tersebut untuk menarik air. (Herman)
Artikel Terkait
Serahkan ALSINTAN 495 Pompa Air Pada Kelompok Tani, Apa Tujuannya? Berikut Keterangan Bupati Indramayu
Danramil 1602 Serahkan Bantuan Pompa Air Kepada Poktan Kecamatan Sindang
Indaramayu Miliki 125.442 Hektare Lahan Baku Sawah, Ini Penjelasan Menteri Pertanian!!
Ribuan Hektar Sawah Indramayu Terairi, Wapres RI Resmikan Bendungan Cipanas