FAJARNUSA.COM (BANDUNG) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Satu Data Jabar 2024 untuk mengintegrasikan data kependudukan dengan perlindungan data pribadi.
Rapat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan data individu, guna menciptakan satu data Indonesia yang berkualitas, mendorong kerja sama antarlembaga pemerintah dalam integrasi data kependudukan yang efisien, serta memperkuat perlindungan data pribadi.
“Data merupakan aset yang berharga bagi bangsa, dan akan lebih bermanfaat jika dapat dibagipakaikan antarinstansi,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Dr Drs Herman Suryatman MSi dalam sambutannya di Grand Sunshine Resort & Convention Kabupaten Bandung, Rabu (12/6/2024).
Baca Juga: Hallo Traveler!! Kunjungi Indahnya Panorama Alam Berau, Kini Super Air Jet Buka Penerbangan dari Surabaya menuju Kabupaten Berau
Ia menjelaskan, data yang akurat akan membantu pemerintah dalam menetapkan program dan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran, terutama dalam upaya meningkatkan indikator kesejahteraan masyarakat.
Oleh karenanya, Pemprov Jabar memprioritaskan agar penerapan kebijakan itu harus berbasis data, contohnya pada program Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menurutnya, IKD akan menjadi akselerator dalam transformasi Jawa Barat menjadi provinsi digital, serta mempermudah akses warga terhadap berbagai layanan publik.
Baca Juga: Warga Berau Keluhkan Kelangkaan LPG 3Kg dari Pangkalan Sampai Pedagang Biasa Stock Gas Kosong
“Insyaallah, Jawa Barat terdepan dalam mengeksekusi kebijakan identitas kependudukan digital,” kata Herman.
Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Dr Drs H Teguh Setyabudi MPd, ia mendukung penuh pemanfaatan data kependudukan untuk pengambilan kebijakan di tingkat daerah.
Teguh juga berharap, Jawa Barat bisa menjadi pelopor dalam penggunaan data kependudukan untuk keputusan pemerintahan.
Baca Juga: Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon Tetapkan 3 Tersangka Kasus Ambruknya Gapura Alun alun Pataraksa Sumber
“Mudah-mudahan Provinsi Jawa Barat bisa memelopori untuk memanfaatkan data kependudukan, dalam rangka pengambilan keputusan di pemerintahan,” imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Diskominfo Kabupaten Cirebon, Bambang Sudaryanto, SH MH yang hadir langsung pada kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk mengoptimalkan kualitas data dan integritas perlindungan data pribadi demi pembangunan yang lebih baik.
Dengan adanya Rapat Koordinasi Satu Data Jawa Barat 2024 ini, tambah Bambang, diharapkan terjalin kolaborasi antara perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menghasilkan data berkualitas yang dapat dibagipakaikan antarinstansi.
Baca Juga: Bus Rombongan Study Tour Kampus ITB Alami Kecelakaan, Kapolres Sumedang Pastikan Tidak ada Korban Jiwa
“Sehingga menghasilkan perencanaan pembangunan yang efektif, efisien, berkelanjutan, dan tepat sasaran,” tukasnya.
Artikel Terkait
Sinergitas Ketahanan Pangan, Kepala Bapanas Resmikan RMP di Indramayu
Sukseskan Program PTSL, ATR/BPN Kabupaten Cirebon Lakukan Sosialisasi di Kelurahan Kaliwadas
Ruang Layanan Ramah Disabilitas Minim, Kadinsos Sebut Baru PN Sumber dan RSUD Arjawinangun Yang Sudah Ada
Pembentukan Dewan Media Sosial, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi: Lindungi Anak Dari Kekerasan di Ruang Digital