FAJARNUSA.COM — Fenomena alami meteor jatuh ini kembali terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satu nya di bagian Jawa Barat.
Fenomena tersebut dapat disaksikan oleh warga setempat, berdasarkan kesaksian warga, terlihat penampakan fenomena itu seperti benda yang bercahaya menyerupai sebuah meteor yang melesat di langit
Peneliti BRIN angkat bicara soal fenomena alam tersebut. Simak penjelasannya berikut ini.
Dilansir situs BRIN, meteor atau yang biasa disebut bintang jatuh adalah fenomena kenampakan dari lintasan saat benda antariksa melintas menuju atmosfer bumi. Meteor disebabkan oleh orbit bumi yang beririsan dengan orbit benda antariksa lainnya seperti komet ataupun asteroid, pada saat bumi melewati orbit benda langit, maka akan menghasilkan batuan yang jatuh ke atmosfer bumi.
Baca Juga: Ada Apa Dengan V BTS, Kini Jadi Perbincangan KPopers, Jangan Ketinggalan Info
selain peneliti BRIN, Ahli Astronomi sekaligus Dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB Hakim L Malasan pun punya penjelasan mengenai fenomena tersebut. Halim mengatakan, kemungkinan meteor yang jatuh itu jenis bolide atau fireball karena ukurannya yang cukup besar dan terlihat secara kasat mata.
"Yang paling alamiah itu biasanya disebut sebagai bolide atau meteor yang jatuh ukurannya kecil tapi kalau lihat kadarnya besar seperti itu. Bisa juga dia masuk ke dalam kategori fireball, fireball itu kalau dia meledak di angkasa gitu ya," katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (15/9/2023).
Menurut Hakim, meteor jenis bolide ataupun fireball tak akan berbahaya. Apalagi, fenomena hujan meteor selama Agustus hingga Desember merupakan hal yang lumrah. Fenomena hujan meteor dapat disaksikan masyarakat karena sedang musim kemarau.
Baca Juga: Begini Aksi Praktik Dokter Gadungan yang Bekerja di Beberapa Rumah Sakit, Masyarakat Wajib Waspada !
"Pertengahan Agustus kita punya hujan meteor yang cukup ramai, dan itu mungkin ada yang tersisa sampai September, bahkan sampai September ini masih ada hujan meteor, jadi hujan meteor itu kan 12 kali dalam setahun," terangnya.
Dugaan lain, kata Hakim, benda langit yang disaksikan warga Bandung itu bisa jadi adalah sampah antariksa dari satelit atau roket. Biasanya, sampah antariksa akan menyisakan partikel yang jatuh di permukaan Bumi karena jaraknya yang tidak terlalu jauh .
Bila memang benar sampah antariksa, Hakim meminta masyarakat agar waspada dan tidak menyimpannya sembarangan. Sebab menurutnya, ada unsur radioaktif yang akan berbahaya bagi kesehatan.
"Itu kan sampah antariksa kemungkinan ada unsur radioaktif di dalamnya, yang mungkin bisa berbahaya bagi kesehatan kalau dipegang begitu aja atau disimpan di rumahnya, misalnya bekas roket atau satelit yang jatuh, itu kan sangat berbahaya," tuturnya.**
Artikel Terkait
Rusia Warning Perang Negara Asia ! Ini Negaranya..
Masjid Al Aqsa Diubah Menjadi Pangkalan Militer Israel, Begini Kronologisnya
Joe Biden Tolak Penyelidikan Partai Republik, Ini Alasannya