Menapak Jejak Dakwah Islam di Jembrana: Wisata Religi ke Makam Buyut Lebai dan Ustaz Ali Bafaqih

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 16 Juli 2025 | 15:33 WIB
Makam Buyut Lebai di Loloan Timur, Jembrana, Bali.  (Dok. Pemprov Bali)
Makam Buyut Lebai di Loloan Timur, Jembrana, Bali. (Dok. Pemprov Bali)

Habib Ali dikenal sebagai penyebar Islam yang gigih sekaligus pendiri pesantren Syamsul Huda pada tahun 1935. 

Keilmuan dan dedikasinya menjadikan beliau dihormati sebagai salah satu dari "Wali Pitu" atau tujuh wali yang dianggap memiliki kedudukan spiritual tinggi di Bali.

Berkaca dari hal itu, makam-makam tak hanya nilai spiritual, namun juga telah dikelola sebagai objek wisata religi. 

Baca Juga: Usai Diperiksa Kejagung, Nadiem Makarim Tak Ungkap Detail Kasus Proyek Chromebook Senilai Rp9,9 Miliar

Di sekitar area terdapat rumah panggung tradisional dan jajanan lokal yang memperkaya pengalaman ziarah. Tiket masuk pun tidak dipatok, cukup dengan donasi sukarela dari para pengunjung.

Kampung Loloan kini tidak hanya dikenal sebagai pusat komunitas Muslim di Bali Barat, tetapi juga sebagai situs sejarah yang merekam dakwah Islam menembus batas budaya. 

Melalui wisata religi ini, masyarakat tidak hanya menziarahi pusara para tokoh suci, tetapi juga mengenang perjalanan panjang dakwah yang telah membentuk harmoni keberagaman di Bali, khususnya di Jembrana.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bupati Dian Hadiri Cilimus Bershalawat Jilid 2

Sabtu, 13 September 2025 | 08:45 WIB

Dai Muda Unjuk Gigi, Semarakkan Maulid Nabi di Indramayu

Kamis, 11 September 2025 | 05:04 WIB
X