Puri Agung Negara: Napak Tilas Kerajaan Jembrana di Balik Gaya Arsitektur Khas Belanda

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Rabu, 16 Juli 2025 | 15:14 WIB
Puri Agung Negara di Jembrana, Bali.  (Dok. Kemenparekraf RI)
Puri Agung Negara di Jembrana, Bali. (Dok. Kemenparekraf RI)

FAJARNUSA.COM - Jembrana tak hanya menyimpan pesona alam di Bali Barat, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang panjang dan menarik untuk ditilik wisatawan. 

Salah satu destinasi yang mengajak wisatawan menyelami masa lalu adalah Puri Agung Negara, sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Banjar Tengah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Wisatawan yang berkunjung ke Puri Agung Negara dapat merasakan pengalaman mengenal sejarah panjang berdirinya Kota Negara, lengkap dengan warisan arsitektur bergaya kolonial Belanda yang masih kokoh berdiri. 

Baca Juga: Viral Cerita Penumpang Kemalingan Laptop Lagi, Rosalia Indah Nonaktifkan Awak Bus yang Bertugas untuk Investigasi Internal

Bangunan puri ini merupakan salah satu simbol kebesaran masa lampau yang kini dibuka untuk umum.

Uniknya, pengunjung dapat memasuki area puri tanpa tiket berbayar. Sistem donasi sukarela diberlakukan bagi siapa pun yang ingin menjelajahi kawasan ini, baik dewasa maupun anak-anak. 

Puri Agung Negara juga punya nilai sejarah tinggi karena dulunya merupakan kediaman Anak Agung Bagus Sutedja, Gubernur Bali pertama. Dari sinilah banyak keputusan penting di masa awal pemerintahan Bali modern bermula.

Baca Juga: 3 Poin Keuntungan AS usai Donald Trump Umumkan Tarif Ekspor RI Turun Jadi 19 Persen

Berdasarkan temuan arkeologis, kawasan ini sudah dihuni sejak 6.000 tahun lalu. Nama "Jembrana" diyakini berasal dari istilah "Jimbar Wana", yang berarti hutan belantara, tempat bersemayamnya naga raja, sosok mitologis yang menghuni wilayah ini dalam cerita rakyat.

Cerita rakyat dan mitos yang hidup di masyarakat telah membentuk tradisi lisan yang dinilai kuat. Tradisi ini menjadi dasar terbentuknya sistem kerajaan, lengkap dengan struktur kekuasaan, simbol-simbol pusaka, hingga pembentukan keraton sebagai pusat pemerintahan tradisional.

Puri pertama yang didirikan di Jembrana adalah Puri Gede Jembrana, dibangun pada awal abad ke-17 oleh I Gusti Made Yasa. Raja pertamanya adalah I Gusti Ngurah Jembrana, yang memimpin bersama para pengikutnya dari berbagai latar belakang, baik Bali Hindu maupun komunitas Islam.

Baca Juga: Kejagung Temukan Grup WhatsApp Mas Menteri Core Team, Dibuat Dua Bulan Sebelum Pelantikan Nadiem Makarim

Sebagai penanda legitimasi, sang raja juga memiliki sejumlah benda pusaka, seperti tombak, tulup, dan keris bernama "Ki Tatas", yang melambangkan kekuatan spiritual dan kekuasaan kerajaan pada masa itu.

Tepat pada awal abad ke-19, pusat pemerintahan berpindah ke bangunan baru bernama Puri Agung Negeri, yang kini dikenal sebagai Puri Agung Negara. Sejak saat itu, tempat ini menjadi pusat birokrasi dan pemerintahan raja-raja Jembrana dalam dua periode yang berbeda.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bupati Dian Hadiri Cilimus Bershalawat Jilid 2

Sabtu, 13 September 2025 | 08:45 WIB

Dai Muda Unjuk Gigi, Semarakkan Maulid Nabi di Indramayu

Kamis, 11 September 2025 | 05:04 WIB
X