2 Versi Kronologi Pendaki Tuk Menguak Fenomena Viral Kerumunan Serba Putih di Puncak Gunung Lawu

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Selasa, 15 Juli 2025 | 06:59 WIB
Tangkapan layar video viral kerumunan orang-orang berpakaian serba putih di Puncak Gunung Lawu. ( TikTok.com / @nangdprtma - @adityaaidrt)
Tangkapan layar video viral kerumunan orang-orang berpakaian serba putih di Puncak Gunung Lawu. ( TikTok.com / @nangdprtma - @adityaaidrt)

Unggahan TikTok terkait kronologi viral kerumunan serba putih di Puncak Gunung Lawu.
Unggahan TikTok terkait kronologi viral kerumunan serba putih di Puncak Gunung Lawu. (TikTok.com / @nangdprtma - @adityaaidrt)
Dalam rekamannya yang telah ditonton oleh 5,4 juta pengguna TikTok, Danang menyebutkan, rombongan tersebut tampak menggelar doa-doa, membaca tahlil, dan mengucapkan doa-doa khas tradisi kejawen. 

Puncaknya, mereka melaksanakan salat Jumat berjamaah di sana hingga sekitar pukul 12.30 WIB.

"Awal datang ke puncak lawu sekitar 09.30 WIB dan rombongan baju putih sudah bersiap di Tugu Gunung Lawu seperti membaca tahlilan, doa-doa kejawen dan terakhir melaksanakan sholat jumat dan selesai sekitar 12.30 WIB," terang Danang.

Baca Juga: Menteri Wihaji Ajak Para Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, ASN Diizinkan Berangkat Siang ke Kantor

  1. Ritual di Bulan Suro

Versi lain datang dari akun TikTok @adtyaaidrt milik seorang pendaki bernama Aditya yang diketahui juga berada di puncak pada hari yang sama dan merekam momen yang serupa, namun dari sudut pandang berbeda.

Dalam postingannya yang telah ditonton oleh 1,8 juta pengguna TikTok, Aditya menunjukkan rombongan berpakaian putih itu berjalan mengelilingi Tugu Hargo Dumilah di Puncak Gunung Lawu. 

Baca Juga: Awal Tahun Ajaran Baru di Cirebon, 100 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat

Gerakan mereka terlihat teratur dan penuh kekhusyukan, seolah sedang menjalankan sebuah prosesi sakral.

"Kejadian di puncak Lawu hari Jumat kemarin, dari jam 10.00 sampai sekitar jam 12.30, sepertinya sedang melakukan ritual karena masih dalam bulan Suro," ungkap Aditya dalam unggahan video TikToknya yang diposting pada Minggu, 13 Juli 2025. 

Bulan Suro, yang dikenal sebagai bulan pertama dalam penanggalan Jawa, memang lekat dengan kegiatan spiritual. 

Baca Juga: Peringatan Hari Pajak 2025: Pajak Tumbuh, Indonesia Tangguh

Banyak masyarakat Jawa percaya bulan ini adalah waktu yang tepat untuk menyucikan diri dan berdoa untuk keselamatannya.

Kedua kesaksian itu menunjukkan apa yang terjadi bukan sekadar kerumunan biasa, melainkan bagian dari kegiatan keagamaan atau spiritual yang dilakukan dengan khusyuk.

Kendati demikian, hingga kini sosok para pelaku dalam kegiatan itu masih menjadi misteri. **

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bupati Dian Hadiri Cilimus Bershalawat Jilid 2

Sabtu, 13 September 2025 | 08:45 WIB

Dai Muda Unjuk Gigi, Semarakkan Maulid Nabi di Indramayu

Kamis, 11 September 2025 | 05:04 WIB
X