KH Abul Fadhol Senori, Sesosok Alim Masyhur Penerus Tradisi Keilmuan

photo author
M. Aldi Priambudi, Fajar Nusa
- Rabu, 25 Oktober 2023 | 22:07 WIB
Sosok KH Abul Fadhol Senori, seorang alim masyhur, yang telah menjadi pilar keilmuan di daerah Tuban, Jawa Timur. (Foto: Instagram/@ulama.nusantara)
Sosok KH Abul Fadhol Senori, seorang alim masyhur, yang telah menjadi pilar keilmuan di daerah Tuban, Jawa Timur. (Foto: Instagram/@ulama.nusantara)

FAJARNUSA.COMKH Abul Fadhol Senori, seorang alim yang masyhur, memiliki akar yang kuat dalam dunia keilmuan. Meskipun lahir di Rembang, Jawa Tengah, pada tahun 1921 M, KH Abul Fadhol Senori dikenal sebagai salah satu pilar ilmu agama di daerah Tuban, Jawa Timur.

Keluarganya memiliki warisan keagamaan yang luar biasa. Ayahnya, KH Abdus Syakur, adalah seorang ulama besar yang pernah menimba ilmu di Tanah Suci.

Ibunya, Nyai Sumiah, juga tidak kalah dalam hal keilmuan, merupakan putri seorang alim, yakni Kiai Ibrahim.

Baca Juga: Dibalik Film Aquaman 2, Kisah Misteri dan Horor di Dunia Atlantis

Sejak masa kecil, Abul Fadhol Senori telah diselamati oleh keberuntungan dalam hal pendidikan agama.

Dia belajar langsung kepada orang tuanya, yang membentuknya menjadi seseorang yang gemar menuntut ilmu.

Selain itu, bakat luar biasa dalam berbicara dan menulis terpancar darinya. Bahkan, saat usianya baru enam tahun, ia telah mahir membuat syair berbahasa Arab.Di tepi sungai, mulutnya melantunkan syair karangannya sendiri.

Baca Juga: Prabowo Siap Beradu Gagasan Untuk Ciptakan Pilpres yang Damai

Pada usia sembilan tahun, Fadhol tidak hanya lancar mengaji, tetapi juga mampu menghafal seluruh Alquran 30 juz.

Hafiz cilik ini juga menguasai beberapa kitab keislaman, termasuk Aqidatul Awam, Jurumiyah, Imrithi, dan Al-Fiyah Ibnu Malik.

Setelah kematian ayahnya pada tahun 1940 M, Fadhol melanjutkan perjalanan keilmuannya dari satu pesantren ke pesantren lainnya.

Baca Juga: MMC Perkenalkan All New Triton dengan Desain Dinamis dan Teknologi Canggih di JMS 2023

Salah satu langkah penting dalam hidupnya adalah ketika ia berguru di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, yang dipimpin oleh Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari.

Di sanalah ia mulai mewarisi keilmuan dari Mbah Hasyim, khususnya dalam ilmu hadis.

Fadhol bahkan mendapatkan ijazah periwayatan hadis, seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari pendiri NU itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Aldi Priambudi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Bupati Dian Hadiri Cilimus Bershalawat Jilid 2

Sabtu, 13 September 2025 | 08:45 WIB

Dai Muda Unjuk Gigi, Semarakkan Maulid Nabi di Indramayu

Kamis, 11 September 2025 | 05:04 WIB
X