Viral di Indonesia, Ternyata Pemilik Studio Ghibli Merasa Terhina dengan Tren di ChatGPT

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 5 April 2025 | 08:39 WIB
Hayao Miyazaki Kritik Keras Terhadap Tren Studio Ghibli di ChatGPT.  (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)
Hayao Miyazaki Kritik Keras Terhadap Tren Studio Ghibli di ChatGPT. (Instagram.com/hayao.miyazaki.ghibli)

FAJARNUSA.COM - OpenAI baru-baru ini merilis fitur generator gambar terbaru di platform ChatGPT-4o yang memungkinkan pengguna membuat gambar bergaya khas Studio Ghibli.

Fitur ini dengan cepat menjadi tren di media sosial, dengan banyak pengguna mengubah swafoto, hewan peliharaan, hingga tokoh politik ke dalam gaya animasi ikonik tersebut.

Namun, tak semua pihak menyambut tren ini dengan antusiasme. 

Baca Juga: Imbas Tarif Impor Trump 32 Persen untuk Indonesia, Benarkah Ekonomi Nasional akan Terancam?

Salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Miyazaki, dikenal sebagai sosok yang menentang penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam seni.

Miyazaki sejak lama menyuarakan pandangannya yang kritis terhadap AI dalam dunia seni.

Ia berpendapat bahwa meskipun AI mampu meniru bentuk dan gerakan, teknologi ini tidak bisa menangkap esensi emosi manusia yang ada dalam karya seni.

Baca Juga: Indonesia Kena Tarif Impor 32 Persen dari Trump, Apa Dampak dan Langkah yang Dilakukan Pemerintah?

Bagi Miyazaki, seni bukan hanya soal menghasilkan gambar atau animasi yang tampak indah, tetapi juga tentang mencerminkan perasaan dan pengalaman manusia.

"Saya tidak akan pernah menerapkan teknologi seperti ini (AI) ke karya-karya saya. Saya pikir teknologi AI ini adalah penghinaan terhadap kehidupan dan seni," ujar Miyazaki dikutip pada Jumat, 4 April 2025.

Salah satu momen paling terkenal yang menunjukkan sikap keras Miyazaki terhadap AI terjadi pada tahun 2016. 

Baca Juga: Beda Keterangan, Razman Arif Nasution Mengaku Lebih Dulu Ingin Menarik Kuasa dari Vadel Badjideh: Mulai Curiga

Saat itu, ia menghadiri presentasi dari Dwango Artificial Intelligence Laboratory yang menampilkan animasi makhluk tanpa kepala yang berjalan aneh, hasil algoritma AI.

Alih-alih terkesan, Miyazaki justru merasa terganggu dan menyatakan bahwa para pengembang AI tersebut tidak memahami nilai kehidupan dan seni. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X