Ia menganggap teknologi seperti ini "menyedihkan".
Tren gambar Ghibli yang dihasilkan AI di ChatGPT kembali memunculkan perdebatan tentang hak cipta.
Di Jepang, hukum memperbolehkan karya seni digunakan untuk melatih AI guna mendukung inovasi teknologi.
Baca Juga: Wasiat Terakhir Ray Sahetapy Ingin Dimakamkan di Palu, Keluarga: Sementara di Tanah Kusir
Namun, banyak ahli hukum berpendapat bahwa jika hasil gambar AI terlalu mirip dengan karya asli yang telah memiliki hak cipta, maka ini bisa dianggap sebagai pelanggaran.
Bagi Miyazaki, tren ini bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga tentang bagaimana AI dapat menggerus nilai seni itu sendiri.
Sebagai seorang seniman yang telah menghabiskan puluhan tahun menciptakan animasi penuh jiwa, Miyazaki menegaskan bahwa teknologi seperti AI tidak akan bisa menggantikan kreativitas manusia. **
Artikel Terkait
OpenAI Luncurkan ChatGPT Enterprise Yang Berfokus Pada Bidang Bisnis
Perusahaan OpenAI Keluarkan Fitur Baru ChatGPT yang Dapat Diperintahkan Lewat Gambar dan Suara
Meta AI Munculkan Chatbot Baru Saingan ChatGPT, Simak Apa Saja Fitur Tambahannya
4 Fakta Menohok AS Panik Lihat AI Buatan China DeepSeek Guncang Pasar Global, Salah Satunya ‘Meroket’ dengan Modal Kecil!
Berkembangnya AI, Bill Gates Prediksi Guru dan Dokter akan Hilang dalam 10 Tahun Mendatang
OpenAI Terancam Berurusan dengan Hukum, Ghibli Bisa Gunakan Undang-undang Hak Cipta AS karena Pendirinya Tak Terima