FAJARNUSA.COM—Israel pada Kamis (12/10/23) mengaku telah menjatuhkan 6.000 bom dengan bobot total 4.000 ton di Gaza dalam enam hari terakhir, dan menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Israel menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara selama enam hari berturut-turut seiring meningkatnya kekhawatiran akan bencana kemanusiaan di wilayah yang terblokade total tersebut.
Korban gugur termasuk 447 anak-anak, 248 wanita dan 10 petugas kesehatan, sementara pada hari Kamis saja lebih dari 150 orang gugur.
Baca Juga: Satgas Mafia Bola Polri Telah Tetapkan Delapan Tersangka Pengaturan Skor Liga 2
Seluruh lingkungan di Gaza, yang dihuni oleh 2,3 juta orang dan setengah dari mereka adalah anak-anak, hancur dibombardir secara terus-menerus, dan sebanyak 338.000 warga Palestina terpaksa meninggalkan rumah.
Di pihak Israel, setidaknya 1.300 orang tewas sejak kelompok bersenjata Palestina Hamas menyerang Israel selatan dan menawan sedikitnya 100 orang.
Israel memblokade Gaza secara total, memutus akses terhadap makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar, ketika pasukannya bersiap menghadapi kemungkinan serangan darat.
Disebutkan pula bahwa berkurangnya pasokan air karena Israel memperketat blokadenya di Jalur Gaza telah mengakibatkan krisis air bagi lebih dari 650.000 orang.
Serangan udara Israel telah membuat kuburan di Gaza berbahaya untuk dijangkau sehingga keluarga yang berkabung menguburkan jenazah mereka di kuburan informal yang digali di lahan kosong.
Israel pada hari Kamis (12/10/23) mengatakan tidak akan ada pengecualian kemanusiaan dalam blokadenya di Gaza sampai semua tawanan dibebaskan oleh Hamas.**
Artikel Terkait
KPK Tetapkan SYL Bersama Rekannya Sebagai Tersangka Korupsi di Kementerian Pertanian
Komitmen Lingkungan Polri, Penanaman 250 Pohon di Desa Bulontala Menjelang HUT Humas Polri ke 72
Korban Warga Sipil di Gaza Bertambah Menjadi 1.354 Orang Akibat Serangan Udara Israel
Kejaksaan Agung Periksa Dugaan Korupsi Pengelolaan Komoditi Emas 2010-2022, Didapati 4 Orang Saksi
Jaksa Agung ST Burhanuddin Kunjungi (IKN) Ibu Kota Negara Nusantara dan Dukung Percepatan Pembangunan