FAJARNUSA.COM — Serangan mendadak kelompok milisi Palestina, Hamas, terhadap Israel pada Sabtu (07/10) diluncurkan dari salah satu wilayah terpadat dan termiskin di dunia: Jalur Gaza.
Serangan itu menandai ketegangan dan konflik berkepanjangan antara kedua pihak. Saat ini Israel telah mengadakan serangan balik skala besar, dengan korban di kedua sisi telah menembus angka ribuan.
Sepanjang sejarah, wilayah tersebut telah dilanda serangkaian konflik bersenjata, termasuk beberapa perang yang menentukan dinamika hubungan Israel-Palestina.
Baca Juga: PM Thailand Berencana Untuk Bangun Kendaraan Listrik Di Negaranya, Proton dan Geely
Serangan Hamas ini merupakan salah satu rangkaian baru dalam sejarah Israel-Palestina. Selama beberapa dekade, media Barat, akademisi, pakar militer, dan pemimpin dunia menggambarkan konflik Israel-Palestina sebagai konflik yang sulit diselesaikan, rumit, dan menemui jalan buntu.
Sejarah peperangan jalur gaza bermula pada 2007, kelompok militan Hamas merebut kekuasaan di Gaza setelah bertempur sengit melawan rivalnya, faksi Fatah, yang dipimpin Abbas dan masih berkuasa di Tepi Barat.
Pada 2014, Israel meluncurkan operasi barunya melawan Gaza untuk menghentikan tembakan rudal dari wilayah tersebut. Lebih dari 1.400 warga sipil Palestina tewas, sementara di pihak Israel enam warga sipil tewas, menurut data PBB.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Periksa 1 Saksi Terkait Perkara Impor Gula, Ungkap Keterangan Saksi Inisial S
Gaza juga pernah diperintah, dihancurkan, dan dihuni kembali oleh berbagai dinasti, kekaisaran, dan masyarakat, mulai dari Mesir Kuno – ratusan tahun sebelum Masehi – hingga jatuh ke tangan Kesultanan Ottoman pada abad ke-16.
Gaza adalah bagian dari Kesultanan Ottoman hingga 1917. Selanjutnya, kawasan itu dikuasai Inggris, yang berupaya memfasilitasi pembentukan kerajaan Arab bersatu.
Selama Perang Dunia 1, Inggris dan Turki mencapai kesepakatan mengenai masa depan Jalur Gaza dan sebagian besar wilayah Arab Asia milik Kesultanan Ottoman.
Baca Juga: Sinopsis Film The Tomorrow War Manusia di Bumi Mendapati Situasi Global Dengan Adanya Serangan Alien
Namun pada Konferensi Perdamaian Paris tahun 1919, negara-negara Eropa yang menang perang mencegah terciptanya kerajaan Arab bersatu. Alih-alih mereka menetapkan serangkaian mandat yang memungkinkan pembagian seluruh wilayah.
Dengan demikian, Jalur Gaza menjadi bagian dari Mandat Inggris atas Palestina, yang disahkan oleh Liga Bangsa-Bangsa. Masa kekuasaan Inggris ini diperpanjang antara 1920 dan 1948.
**
Artikel Selanjutnya
Tragis!!! Mahasiswi Tewas Bersimbah Darah Diduga Lakukan Aborsi Di Kosan
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Tragis!!! Mahasiswi Tewas Bersimbah Darah Diduga Lakukan Aborsi Di Kosan
Reverese Sweep Dari Geek Fam Jatuhkan RRQ Ke Lower Bracket! Playoff MPL ID Season 12
Tips Mencapai Usia Biologis Lebih Muda
Seberapa Efektik Meditasi Untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Dosen UIN Terciduk Warga Sedang Berdua Dikamar Bareng Mahasiswi Namun Dibebaskan Oleh Polisi, Ini Alasannya