FAJARNUSA.COM — dikutip dari CNN, Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin mengatakan pada Rabu (11/10/2023) kemarin bahwa perusahaan gabungan antara pabrikan otomotif asal Malaysia, Proton, dan produsenmobil China, Geely, bakal mendirikan pabrik kendaraan listrik di negaranya.
Perdana menteri Thailand menungkap pernyataan tersebut pada saat acara konferensi pers bersama Perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim ketika berkunjung ke malaysia.
"Mereka berencana mendirikan pabrik kendaraan listrik di Thailand, yang pada hari ini kami akan mengadakan pertemuan dan mudah-mudahan langkah jelas selanjutnya dapat ditetapkan dan bergerak cepat," kata dia diberitakan Reuters.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Periksa 1 Saksi Terkait Perkara Impor Gula, Ungkap Keterangan Saksi Inisial S
Geely adalah pemilik 49,9 persen Proton, sedangkan 50,1 persen lainnya dipegang DRB-Hicom. Kedua pemilik ini baru saja menandatangani master collaboration agreement (MCA) yang isinya Geely berkomitmen berinvestasi 32 miliar ringgit untuk menjadikan Malaysia pusat produksi dan ekspor.
Geely bakal mendirikan pabrik kendaraan listrik di Thailand juga bertolak belakang dari kabar pada Agutsus lalu yang menyatakan semua rencana tentang itu telah dibatalkan.
Lebih jauh lagi Proton sudah menandatangani memorandum of agreement (MoA) dengan smart Automobile untuk mencari peluang merakit lokal kendaraan smart di Tanjung Malim. Saat itu Proton menjelaskan kerja sama ini bisa membuat perusahaan mempelajari cara merakit kendaraan listrik.
**
Artikel Terkait
Reverese Sweep Dari Geek Fam Jatuhkan RRQ Ke Lower Bracket! Playoff MPL ID Season 12
Tips Mencapai Usia Biologis Lebih Muda
Seberapa Efektik Meditasi Untuk Turunkan Tekanan Darah Tinggi
Dosen UIN Terciduk Warga Sedang Berdua Dikamar Bareng Mahasiswi Namun Dibebaskan Oleh Polisi, Ini Alasannya
Sinopsis Film The Tomorrow War Manusia di Bumi Mendapati Situasi Global Dengan Adanya Serangan Alien