bola

Mahfud MD sampaikan Bukti Kacaunya Sepakbola Nasional & Ungkap Biang Keladi Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 12 Oktober 2022 | 13:30 WIB
Menko Polhukam, Mahfud Md. /Dok Istimewa/

FAJARNUSA - Ketua Tim Investigasi Gabungan Pencari Fakta atau TIGPF Tragedi Kanjuruhan Mahfud MD mengungkapkan biang keladi tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan nyawa Suporter Aremania melayang.

Sebelumnya diketahui bahwa 131 orang meninggal akibat kehabisan nafas usai polisi dan suporter Aremania bentrok di Kanjuruhan selepas laga Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir 2:3.

Baca Juga: Suko Sutrisno Pemegang Kunci Stadion Kanjuruhan Yang Menjadi Tersangka, KOMDIS PSSI Berikan Sanksi

Puluhan Gas air mata yang ditembakan polisi ke arah tribun penonton dan lapangan untuk menghalau Aremania yang hendak memenuhi lapangan stadion kanjuruhan langsung membuat penonton panik dan berhamburan melarikan diri.

Naas, ditengah serbuan gas air mata yang mulai memenuhi stadion Kanjuruhan dan kericuhan antara suporter dan pihak keamanan pintu stadion terlambat dibuka oleh Panpel yang mengakibatkan ratusan suporter Aremania meninggal dunia.

Baca Juga: Dikhianati PSG Kylian Mbappe Tinggalkan Parc des Princes Bulan Januari, Bukan Los Blancos ini Klub yang Dituju

Dalam unggahan instagramnya pada 12 oktober 2022 Mahfud MD menyampaikan bukti kacaunya sepakbola nasional.

Menurut Mahfud MD, tidak adanya pihak yang bertanggung jawab secara langsung dan saling lempar tanggung jawab merupakan bukti kacaunya penyelenggaraan sepakbola nasional.

Baca Juga: Rekam Jejak Abdul Haris, Ketua Panpel Arema Yang Menjadi Salah Satu Tersangka Tragedi Kanjuruhan

"Bahwa terjadi saling menghindar dari tanggung jawab oprasional lapangan antara pihak Federasi, Pengelola Liga, Panitia Pelaksana, Pihak Keamanan hingga Penyelenggara Siaran menjadi bukti bahwa penyelenggara liga sepakabola nasional agak kacau" tulis Mahfud MD via instagram pribadinya, Rabu, 12 Oktober 2022.

Selain itu, Mahfud MD juga menyampaikan bahwa akibat dari penyelenggaran dan pengelolaan liga yang kacau dan saling lempar tanggung jawab berakibat fatal dan membahayakan, akibatnya nyawa manusia yang jadi pertaruhan.

"Nyawa manusia dibuat pertaruhan karena tak ada jaminan keselamatan maksimum" pungkas Mahfud MD.***

Tags

Terkini

Grand Final Bupati Cup, Kuningan Hadapi Luragung

Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:55 WIB

Kuningan dan Cilimus Lolos Semi Final Bupati Cup

Minggu, 24 Agustus 2025 | 10:03 WIB