FAJARNUSA - Masih soal Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orangg, media arus utama di Amerika New York Times turut menyinggung besarnya anggaran Polisi namun masih minim akuntabilitas.
Masih dalam artikelnya yang berjudul 'Deadly Soccer Clash in Indonesia Puts Police Tactics, and Impunity, in Spotlight'yang terbit pada 3 Oktober 2022.
New York Times mencatat usai kerusuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang, banyak orang Indonesia mencuit di Twitter menuntut agar Kapolri dipecat.
Lalu pada Senin malam, hampir 16.000 orang telah menandatangani petisi yang meminta polisi untuk berhenti menggunakan gas air mata.
Atas kondisi tersebut pemerintah pusat di jakart langsung merespon dengan cepat tuntutan publik dengan menskors Kapolres Malang dan akan mengumumkan nama-nama tersangka yang bertanggung jawab atas tragedi di stadion Kanjuruhan.
Saat ini tren kepercayaan publik terhadap citra polisi sedang mengalami penurunan yang signifikan, apalagi sebelumnya sempat heboh kasus Ferdy Sambo.
Seorang jenderal polisi bintang dua yang telah membunuh bawahannya dan menginstruksikan petugas lain untuk menutupi kejahatannya.
"Jajak pendapat menunjukkan penurunan tajam dalam kepercayaan publik terhadap polisi - turun menjadi 54,2 persen pada Agustus 2022 dari 71,6 persen pada April" catat New York Times.
Hal ini menurut New York Times merupakan ekses yang muncul berkat kurangnya akuntabilitas didalam institusi Polri ditengah bengkaknya anggran Kepolisian Republik Indonesia.
Baca Juga: Tragedi Malang, Kapolda Gorontalo Lakukan Sholat Ghoib
"Kurangnya akuntabilitas polisi bertepatan dengan anggaran yang membengkak. Tahun ini, anggaran kepolisian nasional mencapai $7,2 miliar, lebih dari dua kali lipat dari tahun 2013". lapor New York Times.
New York Time juga menyinggung angaran Polri saat ini lebih besar dari anggran Kementrian Pendidikan.