FAJARNUSA.COM (JAKARTA) – Ekonomi Indonesia diperkirakan bakal menutup tahun 2025 dengan catatan gemilang. Office of the Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tumbuh 5,23% secara tahunan (yoy) pada kuartal IV-2025.
Angka ini bukan sekadar angka biasa; jika terealisasi, ini akan menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal III-2022, saat Indonesia pertama kali bangkit kuat pascapandemi.
Belanja Pemerintah Jadi 'Mesin' Utama
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Jawab 10 Laporan Polisi Terkait 'Mens Rea': Dari Isu Gibran Hingga Materi Salat
Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro, mengungkapkan bahwa akselerasi belanja pemerintah dan pemulihan aktivitas investasi menjadi pilar utama di balik performa solid ini.
“Belanja fiskal yang meningkat tajam di akhir tahun menjadi faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai level tertinggi sejak 2022,” ujar Andry.
Berdasarkan data, pengeluaran pemerintah melonjak 8,0% (yoy), jauh melampaui angka kuartal sebelumnya yang hanya 5,5%. Lonjakan ini dipicu oleh:
Baca Juga: Resmi, Jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD dan SMP 2026: Bukan Penentu Kelulusan, Ini Fungsinya
- Belanja Pegawai: Naik signifikan sekitar 40,0% (yoy).
- Belanja Modal: Melonjak 44,2% (yoy) akibat percepatan proyek strategis nasional.
- Bantuan Sosial (Bansos): Melejit 70,4% (yoy) untuk penanganan bencana di Sumatra dan menjaga daya beli masyarakat.
Stimulus Rp37,4 Triliun dan Konsumsi Rumah Tangga
Pemerintah juga menyuntikkan stimulus fiskal sebesar Rp37,4 triliun melalui program magang, BLT, dan diskon libur akhir tahun. Dampaknya terasa langsung pada konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,0% (yoy).
Baca Juga: Siap-Siap, 4 Fenomena Astronomi Februari 2026: Ada Snow Moon hingga Gerhana Matahari
Mandiri Spending Index mencatat peningkatan belanja mobilitas, didukung aktivitas ritel yang tumbuh rata-rata 5,0%, naik dari periode sebelumnya.
Sinyal Positif dari Sektor Investasi
Tak hanya konsumsi, sektor investasi (PMTB) menunjukkan taji dengan proyeksi pertumbuhan 6,3% (yoy). Pulihnya sektor konstruksi dan lonjakan impor barang modal sebesar 22,9% menjadi indikator kuat bahwa sektor produktif kembali bergairah.
Baca Juga: Benarkah Full Moon Bikin Susah Tidur dan Cemas? Simak Fakta Medis di Balik Mitos Lunar Effect
Meskipun sektor eksternal (ekspor) mengalami moderasi, tingginya angka impor justru dilihat sebagai sinyal positif kuatnya permintaan domestik.
Menanti Data Resmi BPS
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 diperkirakan mencapai 5,07%, lebih tinggi dibanding realisasi tahun 2024 yang sebesar 5,03%.
Kini, seluruh mata tertuju pada Badan Pusat Statistik (BPS) yang dijadwalkan akan merilis data resmi PDB kuartal IV dan realisasi tahun penuh 2025 pada 5 Februari 2026 mendatang.
Artikel Terkait
Ekonomi Jawa Barat Tumbuh di Triwulan II, Kebijakan Fiskal Dukung Program Prioritas Asta Cita
Ekonomi Kota Cirebon 2026 Melesat 5,26 persen, Lampaui Target Nasional: Apa Rahasianya?
Prabowo Boyong Investasi Rp90 Triliun dari Inggris, Pengamat: Era Baru Diplomasi Ekonomi Konkret
Wujudkan Cirebon SETARA 2027: Wali Kota Effendi Edo Tekankan Ekonomi Inklusif dan Penataan Estetika Kota