IHSG Anjlok 7 Persen: Pengamat Sebut Koreksi Struktural, Soroti Masalah Free Float

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 29 Januari 2026 | 10:47 WIB
Pengamat ekonomi Dr Noviardi Ferzi (Dok ist)
Pengamat ekonomi Dr Noviardi Ferzi (Dok ist)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA)Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga hampir 7 persen pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Menanggapi fenomena ini, pengamat ekonomi Dr Noviardi Ferzi menilai penurunan tajam tersebut bukan sekadar kepanikan sesaat, melainkan sebuah koreksi struktural.

Sentimen MSCI dan Arsitektur Pasar Modal

​Pemicu utama pelemahan ini berakar dari pernyataan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengkritisi transparansi serta kualitas free float (saham beredar) di bursa Indonesia. Sebagai acuan investor institusional global, catatan dari MSCI memiliki dampak instan terhadap arus modal asing.

Baca Juga: Viral! Eks Kapolda Semprot Kapolres Sleman di DPR: 'Kalau Saya Atasan Anda, Sudah Saya Berhentikan!'

​"Penurunan ini harus dibaca sebagai koreksi struktural. Yang dipersoalkan MSCI bukan fundamental ekonomi kita, melainkan arsitektur dan tata kelola pasar modal," ujar Dr Noviardi Ferzi.

Masalah Konsentrasi Saham

​Noviardi menjelaskan bahwa pasar Indonesia saat ini masih rentan karena:

Baca Juga: Sengketa Lahan Ruko Marinatama: Ratu Ivon Sebut Bukan Aset Negara, Desak Menhan Sjafrie Bertindak

  • Konsentrasi kepemilikan saham yang terlalu tinggi pada pihak tertentu.
  • Terbatasnya saham publik (free float) yang berkualitas.
  • Kerentanan terhadap sentimen eksternal akibat ketergantungan pada kepercayaan investor global.

​Menurutnya, perbaikan kecil tidak lagi cukup. Otoritas bursa perlu melakukan pembenahan substansial, mulai dari penguatan aturan keterbukaan informasi hingga penegakan hukum yang lebih konsisten.

Pesan untuk Investor Domestik

Baca Juga: Viral! Aksi Makan Pizza Gubernur Sulsel di Tengah Polemik Pemekaran Luwu Raya Tuai Pro-Kontra

​Meski situasi terlihat mengkhawatirkan, Noviardi menghimbau investor domestik untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam kepanikan kolektif.

​"Pasar yang sehat adalah pasar yang kredibel. Jika kritik MSCI ini dijadikan momentum reformasi, kepercayaan investor justru bisa pulih lebih kuat dalam jangka panjang," pungkasnya.

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X