IFG Targetkan Transformasi Bisnis Total di 2026: Fokus pada Digitalisasi dan Layanan Cepat Jasa Raharja

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 14:31 WIB
Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan kesiapan seluruh anggota holding untuk menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh pada 2026.  (Dok IFG)
Indonesia Financial Group (IFG) menegaskan kesiapan seluruh anggota holding untuk menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh pada 2026. (Dok IFG)

FAJARNUSA.COM (JAKARTA)BUMN Holding Asuransi, Penjaminan, dan Investasi, Indonesia Financial Group (IFG), resmi mencanangkan tahun 2026 sebagai momentum "Transform Business". Langkah strategis ini menempatkan manajemen risiko dan pengalaman pelanggan (customer centricity) sebagai motor utama peningkatan nilai perusahaan di bawah naungan Danantara Indonesia.

​Dalam Town Hall Awal Tahun 2026, Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar mengejar profit, melainkan memperkuat tata kelola dan integritas. "Transformasi bisnis IFG diarahkan untuk menciptakan nilai yang melampaui profitabilitas, dengan layanan yang semakin relevan bagi kebutuhan pelanggan," ujar Hexana.

Dominasi Digital via 'One by IFG'

Baca Juga: BREAKING NEWS: Kaki Gunung Burangrang Longsor, Puluhan Rumah di Cisarua KBB Tertimbun!

Salah satu pilar utama transformasi ini adalah penguatan kapabilitas digital. Hingga akhir 2025, aplikasi One by IFG mencatatkan performa impresif:

  • 500.000+ unduhan.
  • 370.000+ pengguna aktif.
  • 250.000+ transaksi lintas layanan (kesehatan, perlindungan, dan investasi).

​Keberhasilan ini membuktikan efektivitas ekosistem digital IFG dalam menyederhanakan customer journey dari hulu ke hilir.

Baca Juga: Garuda Indonesia 'Tak Baik-Baik Saja', BPK Bongkar 13 Temuan Krusial Terkait Pengelolaan Keuangan

Layanan Publik yang Responsif

Transformasi juga menyentuh aspek layanan publik melalui anggota holding. Jasa Raharja, misalnya, kini mampu mempercepat proses pembayaran santunan hanya dalam waktu tiga hari setelah kecelakaan atau setelah dokumen lengkap. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen IFG dalam menghadirkan layanan yang cepat dan responsif bagi masyarakat.

Strategi Investasi dan Anti Perang Harga

Baca Juga: Tak Lagi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Siswa di Pangandaran Kini Punya Jembatan Gantung dari Presiden Prabowo

Di sektor investasi, melalui Bahana TCW, IFG fokus pada pengembangan Liability Driven Investment untuk menjawab kebutuhan investor institusi. Selain itu, IFG menginstruksikan pembentukan fungsi Key Account Management di anak perusahaan guna mencegah praktik perang harga dan memastikan struktur komisi agen tetap sehat.

​Sebagai bagian dari Danantara Indonesia, IFG optimistis agenda "Transform Business 2026" akan memperkuat daya saing industri keuangan nasional sekaligus memberikan dampak sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

(**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X