FAJARNUSA.COM – Tahapan Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak 2023 terus berjalan. Sesuai surat keputusan (SK) Bupati Cirebon, tahapan Pilwu serentak sudah dimulai sejak 21 Juli 2023.
Dalam tahapan tersebut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon telah menetapkan 100 desa yang akan melaksanakan Pilwu serentak.
Kepala Bidang Administrasi Pemdes DPMD Kabupaten Cirebon, Aditya Arif Maulana mengatakan, pada Pilwu serentak tahun ini ada 100 desa yang akan melaksanakan Pilwu serentak.
Baca Juga: Cara Mengenali Perbedaan Bakso Sapi, Tikus dan Babi, Netizen Wajib Tahu !
Tahapan Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak tahun 2023 di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berakhir dengan kekisruhan di Desa Kapetakan.
Pada pukul 8.00 WIB pagi ini, awalnya proses pengambilan nomor urut calon berjalan lancar. Namun, di akhir tahapan ini, situasi memanas dan beberapa massa terlibat dalam aksi saling lempar batu di jalan raya.
Kapolres Cirebon Kota melaporkan bahwa kerusuhan dimulai saat proses pemberian nomor urut calon, ketika beberapa simpatisan saling ejek dan mengejek. Hal ini memicu ketegangan, dan akhirnya terjadi peristiwa pelemparan.
Baca Juga: Target Yang Diinginkan PBSI Lewat Cabor Bulutangkis di Asean Games 2023
"Kami dari Polres Cirebon Kota sudah ada di lokasi, sehingga kami bisa memisahkan massa yang terlibat dalam kerusuhan," ujar Kapolres.
Dalam kejadian ini, anggota Dalmas Polres Cirebon Kota mengalami luka akibat lemparan batu di kepala. Mereka segera mendapatkan penanganan medis.
Hingga siang hari ini, ada total 4 orang yang terluka. Salah satunya adalah anggota Dalmas Polres Cirebon Kota, sementara 3 lainnya adalah masyarakat yang terkena lemparan batu dan pecahan botol kaca. Semua korban telah ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Kedaton.
Baca Juga: Partai Demokrat Dukung Prabowo Di Pilpres 2024, Airlangga Hartarto: Akan Ada 2 Partai Lagi Yang Gabung KIM
Sementara situasi di lokasi telah menjadi kondusif sejak pukul 09.00 WIB, dan lalu lintas di Jalan Raya Cirebon - Indramayu via Kapetakan sudah dapat dilalui oleh masyarakat umum.
Wawan Rustiawan, Penanggung Jawab IGD Puskesmas Kedaton, menjelaskan bahwa korban luka mengalami robekan pada bagian pelipis, kepala bagian samping, dan belakang. Beberapa dari mereka harus menjalani tindakan jahitan sebagai bagian dari penanganan.
Pengamanan di lokasi masih berlangsung, dengan anggota Dalmas Polres Cirebon Kota yang siaga di Balai Desa Kapetakan, serta 1 SSK Brimob Polda Jabar yang disiagakan di Polsek Kapetakan untuk mengantisipasi situasi yang tidak diinginkan.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Rano Hadiyanto, memastikan bahwa situasi sudah kembali kondusif dan mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing oleh provokasi di media sosial atau beredarnya video yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Artikel Terkait
Fakta Unik Mayfly yang Harus Kamu Ketahui ! Simak Informasinya
3 Kapolsek dan Kasat Lantas Polres Cirebon Kota di Mutasi, Simak Namanya
KCIC Buka Pendaftaran Uji Coba KA Cepat Untuk Masyarakat Umum, Gratiss !! Begini Caranya
LRT Jabodebek Terapkan Jadwal Terbaru Mulai Hari Ini, Simak Selengkapnya...
Setelah di Undur, BKN Luncurkan Jadwal Terbaru Seleksi Pendaftaran CPNS dan PPPK 2023
Jelang Pemilu, Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Operasi Zebra Jaya 2023. Simak 15 Jenis Pelanggaran dan sanksi