Kisah Keluarga Kecil Pengamen, Seorang Anak yang Ikhlas Menemani Bapaknya Keliling Mencari Uang

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Jumat, 11 November 2022 | 17:55 WIB
Ilustrasi pengamen silver
Ilustrasi pengamen silver

FAJARNUSA - Pusat Jajan Aryana Karawaci, Tangerang – Petang hari menunjukkan cuaca hujan yang cukup deras hingga kini malam menyisakan sisa-sisa rintikan hujan dan cuaca yang lembab.

Beceknya jalanan tidak memberhentikan aktifitas para pedagang yang berjualan di Pusat Jajan Aryana Karawaci, begitu pula dengan masyarakat yang lalu lalang mencari makan, jajanan, atau yang memiliki keinginan dan tujuannya masing-masing.

Di mana ada pusat perbelanjaan, maka di situ ada peluang bagi siapapun untuk mencari rezeki.

Selain tersedianya berbagai jenis tempat makan, ada juga truk ice cream, bakso, segala jenis jajanan dari mulai yang lokal sampai dengan jajanan street food ala-ala Korea yang sedang hype saat ini tersedia di Pusat Jajan Aryana Karawaci. Tidak heran tempat ini selalu ramai pada sore hingga malam hari.

Tempat yang memancing banyaknya pengunjung ataupun masyarakat juga menjadi suatu peluang yang pas bagi para pengamen.

Jika kita perhatikan di pusat jajanan atau
tempat-tempat ramai pasti banyak pengamen yang berkeliaran dengan musiknya yang besar.

Berbagai jenis pengamen ada di sini, dari pengamen badut berkelompok,ondel-ondel, manusia perak, maupun pengamen individu, tentunya mereka berasal dari berbagai kalangan, ada yang masih di bawah umur, remaja, ibu-ibu, lengkap.

Yang menarik perhatian di sini adalah ada dua pengamen yang terlihat saling melengkapi dan punya chemistry baik, yakni seorang bapak yang menyanyi sambil mendorong speaker didampingi anak kecil laki-laki yang sangat aktif dan ekspresif berjoget ria dengan memegang ember untuk meminta uang kepada masyarakat sekitar.

Siapa yang tidak penasaran bagaimana perasaan seorang anak kecil yang sudah menjalani kehidupan mencari nafkah yang berat? Di saat banyak orang dewasa terkadang tak sanggup menjalaninya? Berikut kisah keluarga anak kecil A menjadi pengamen.

Bocah A selalu menemani bapaknya untuk pergi mengamen, bocah ini bercerita bahwa “Mamahnya sudah tidak ada, sudah almarhum” mereka mengamen setiap hari, namun ada waktu tertentu yakni “kalau ga hujan ngamen tiap hari nih, kalo hujan engga di rumah aja” ujarnya.

Ternyata bocah A ini tidak dipaksa untuk menemani bapaknya mengamen mencari uang melainkan keinginan dari anaknya sendiri “mau nemenin bapak karena kan bapak sendirian” jawabnya.

Santainya menjawab beberapa pertanyaan memperlihatkan bahwa dia tidak tertekan sama sekali, dia berkata mengamen itu menyenangkan karena bisa sambil olahraga keliling lingkungan.

Anak ini ikhlas membantu bapaknya mencari uang karena merasa sedih kalau bapaknya mengamen sendiri, toh anak ini melakukannya dengan senang, tidak merasa berat, karena kalaupun ada waktu kosong anak ini masih bisa main bersama temannya di rumah.

Sebagai orang dewasa pasti terharu mendengar jawaban polos dan jujur dari seorang anak kecil, karena kita tahu bahwa anak kecil tidak pandai berbohong dengan apa yang

dirasakannya, cara anak ini menjawab dengan senang justru membuat siapa saja yang mendengar tersentuh karena merasa bahwa lapang sekali hati anak ini, berbakti sekali anak ini. Di luar dari usia nya yang masih kecil kisaran 5-6 tahunan. Bagaimana dengan perasaan bapaknya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanung

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Catatan Kritis untuk Lumajang dari Anak Bunda

Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:55 WIB

Sumpah Pemuda dan Peringatan Keras Untuk Bangsa

Senin, 28 Oktober 2024 | 08:38 WIB
X