Istana Tindaklanjuti Tuntutan Amanat KSB Tutup PT Amman Mineral

photo author
Mauladi Fachrian, Fajar Nusa
- Kamis, 10 November 2022 | 15:59 WIB
Massa AMANAT diterima oleh perwakilan Istana Presiden dalam demonstrasi menuntut ditutupnya PT AMNT. (Fajarnusa/Mauladi Fachrian)
Massa AMANAT diterima oleh perwakilan Istana Presiden dalam demonstrasi menuntut ditutupnya PT AMNT. (Fajarnusa/Mauladi Fachrian)

FAJARNUSA - Aksi demonstrasi dan protes terhadap aksi pertambangan yang dilakukan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terus dilakukan oleh ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tambang Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (Amanat KSB).

Setelah melakukan aksi mengemis massal di depan Gedung DPR RI Jakarta, kemarin, hari ini (Kamis, 10/11) Amanat KSB kembali menggelar aksi demonstrasi menuntut penutupan PT AMNT di Istana Merdeka Jakarta.

Dalam aksinya, mereka meminta Presiden RI Joko Widodo untuk bisa turun tangan menghadapi persoalan PT AMNT. Persoalan yang dimaksud adalah menyangkut penjualan scrub tambang atau sampah tambang yang kembali dilakukan perusahaan AMMAN Mineral Nusa Tenggara tersebut.

Baca Juga: Massa AMANAT Ngemis Tutup PT Amman Mineral Jelang RDP DPR

“Presiden Jokowi tolong dengarkan suara hati rakyat Sumbawa Barat yang hidup sengsara karena ulah tambang PT Amman Mineral. Bila tambang tak mensejahterakan ditutup saja,” tegas Ketua Amanat KSB, Erry Satriyawan.

Setelah melakukan orasi, lima orang perwakilan Amanat KSB akhirnya diterima oleh Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Yohanes Joko.

Kepada para massa aksi Amanat KSB, Yohanes berjanji untuk menindaklanjuti tuntutan terkait penutupan PT AMNT karena dianggap tak menyejahterakan masyarakat Sumbawa Barat.

“Prinsipnya kami dari KSP sudah menerima aspirasi teman - teman, tadi kami di dalam berdialog. Kami minta waktu untuk mempelajari, nanti kita akan komunikasikan kepada pihak - pihak terkait,” terang Yohanes.

“Kami mohon kepada mas Erry dan teman2 semua. Karena aspirasi sudah diterima. Kami mohon untuk membubarkan diri secara tertib,” imbuhnya.

Setelahnya, massa aksi lalu membubarkan diri. Aksi ini juga tak menyebabkan kemacetan lalu lintas karena berlangsung secara tertib.

Sebelumnya, dalam aksi di Gedung DPR RI mereka ikut membawa sejumlah kardus yang dipakai untuk mengemis. Sejumlah atribut penolakan PT AMNT juga ikut mewarnai aksi ini. Salah satunya bertuliskan “Stop PHK dan Stop pelanggaran serikat atau AMNT Out dari NTB”.

“Kami menuntut otoritas negara bertanggung jawab mengusut dan menyelesaikan masalah kesejahteraan warga lingkar tambang yang dibajak oknum-oknum manajemen dan penguasa di sana," seru Ketua Amanat KSB, Erry Satriyawan dalam orasinya.

PT. Amman Mineral International (AMI) induk dari PT. AMNT, merupakan perusahaan nasional yang telah berhasil mengakuisisi saham PT. Newmont Partnership, perusahaan yang berbasis di Denver, Amerika Serikat, sejak 2016 lalu. Nilai akuisisinya mencapai 2,6 Miliar US atau setara sekitar Rp 33,8 trilliun.

“Sebenarnya semangat untuk akuisisi ini adalah untuk memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Tapi kenyataannya tidak demikian. Contoh sederhana yaitu berbicara tentang CSR. Sampah Scrab hari ini dijual oleh PT AMNT. Entah ini permainan oknum perusahaan ataupun kemudian oknum-oknum lain, silakan nanti aparatur negara yang memiliki kewenangan untuk membuka ini. Karena izin PT AMNT sampai hari ini adalah IUPK bukan untuk menjual besi tua dan lain - lain,” tegas Ery.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mauladi Fachrian

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X