FAJARNUSA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI rencananya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) memanggil PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) untuk meminta keterangan sejumlah aduan masyarakat yang merasa dirugikan akibat aktivitas penambangan.
RDP itu akan dibahas langsung oleh Komisi VII pada Kamis 10 November di komplek parlemen, Senayan, dengan PT AMNT. Kedatangan jajaran Direksi perusahaan tambang itu juga sudah ditunggu-tunggu.
Berkaitan dengan RDP tersebut, sontak #TutupAmmanMineral menjadi perbincangan warganet hingga trending di twitter.
Adapun yang menjadi pembahasan yakni sejumlah kecurangan yang dilakukan PT AMNT hingga membuat masyarakat sekitar sudah merasa gerah.
Kasus PT AMNT juga sudah sampai ke Kementerian ESDM. Laporan tersebut disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tambang (Amanat).
"Kementerian ESDM sudah menerima laporan dari Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tambang (Amanat) terkait beberapa pelanggaran yg terjadi di PT Amman Nusa Tenggara. Pihak Kemen ESDM akan segera mempelajari dan mengusut laporan tersebut," tulis akun @zhymme.
Kemudian, tak hanya itu, penegak hukum juga diminta untuk melakukan penyelidikan terhadap ketidakterbukaan PT AMNT terkait dengan penjual limbah.
"Mantan pengurus Serikat Pekerja Nasional menilai PT AMNT tidak terbuka soal aliran dana aktivitas penjualan scrap atau limbah eks peralatan tambang (scrap) kepada publik. Ia lantas meminta KPK dan BPK RI untuk menyelidiki kasus ini," timpal akun @kuyangmanis.***
Artikel Terkait
ini Profil AH Alias Icha Ceeby dan ACS Alias Aro yang Diduga Perankan Video Viral Kebaya Merah
Babak 16 Besar Rasa Final, Berikut ini Hasil Lengkap Drawing Liga Champions Eropa Edisi 2022/2023
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Teratas Versi Seven Media Asia
Motif Pembuatan Video Porno Kebaya Merah Berdurasi 16 Menit Oleh AH dan ACS
KACAU! Testimoni Ismail Bolong Diduga Tutupi Isu Judi Online 303 & Korupsi Tambang, PT. MHU Rugikan Negara 9 T