Adian Napitupulu Bongkar Biang Kerok Subsidi Salah Sasaran, 7624 Perusahan Tambang dan Perkebunan Sedot 147 T!

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Kamis, 1 September 2022 | 00:58 WIB
Adian Napitupulu / Sekjen PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98) (Ist)
Adian Napitupulu / Sekjen PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98) (Ist)

FAJARNUSA - Kenaikan BBM bersubsidi sudah final bakal dinaikan oleh rezim Jokowi per 1 september 2022.

Kenaikan BBM bersubsidi seperti solar dan pertalite menurut pemerintah karena banyak faktor salah satunya karena subsidi BBM tersebut ditenggarai banyak menyasar kelompok masyarakat yang salah atau salah sasaran.

Namun, benarkah faktanya seperti yang disampaikan pemerintah? Mengamati hal tersebut mantan aktivis 98 Adian Napitupulu menduga bahwa subsidi BBM  kepada korporasi perkebunan dan pertambangan.

Baca Juga: Profil Liz Truss Politisi Konservatif 'Perempuan Besi' Calon Perdana Menteri Inggris Pengganti Boris Johnson

Menurut Adian yang juga anggota DPR RI tersebut, terdapat 147 triliun uang rakyat dari subsidi BBM mengalir ketempat yang salah yakni ke 7624 perusahaan perkebunan dan pertambangan.

Hal ini disampaikan Adian saat dirinya hadir dalam diskusi 'Menemukan Jalan Subsidi BBM Tepat Sasaran' yang diadakan oleh Tempo pada selasa 30 agustus 2022.

Menurut Adian sejak republik ini berdiri dia menghitung kenaikan BBM itu sudah lebih dari 36 kali, dan semua orang memang terdampak dan pasti ramai.

Baca Juga: Heboh Kasus HIV/AIDS di Kota Bandung, ini Koreksi Hingga Beda Pendapat Ridwan Kamil Dengan Uu

"Petani terdampak, nelayan terdampak hampir semua orang terdampak lah jika terjadi kenaikan BBM, menurut data saya kenaikan BBM ini sudah 37 kali, jadi setiap dua tahun pasti rame nih soal BBM" ujar Adian yang juga pentolan relawan pendukung Jokowi, POSPERA.

Adian Juga menilai selama pemerintah tidak punya formulasi yang tepat maka kisruh terkait kenaikan BBM pasti akan terus terjadi.

"Jadi selama tidak ada formulasi yang tepat ya dua tahun kedepan kita pasti ribut lagi, empat tahun kedepan rame lagi, kenapa masyarak rame, menurut saya ini kan persoalan trust" Tambah Adian.

Baca Juga: Terkuak, Bongkar Kasus Ferdy Sambo, Ahmad Sahroni: Kapolri dan Presiden Kena Prank

Menurut Adian bahwa kenaikan harga BBM atau pencabutan subsidi BBM dengan alasan yang tidak rasional bagi rakyat selamanya setiap dua tahun sekali tentu akan membuat rakyat bergejolak.

"Kenapa masyarakat rame? Menurut saya ini kan persoalan trus, persoalan kepercayaan saja, jadi gini masyarakat itu kan perlu dapat penjelasan rasional kemana subsidi BBM itu ketika dicabut, terus duitnya jadi ape?" Lanjut Adian.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: Diskusi Tempo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X