Polres Kuansing Belum Tangkap Pelaku Pembunuhan, Masyarakat Tidur Bareng Golok

photo author
Mauladi Fachrian, Fajar Nusa
- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 08:48 WIB
Seorang warga yang tidur bersama goloknya dalam upaya antisipasi kejahatan. (Fajarnusa/Noperman)
Seorang warga yang tidur bersama goloknya dalam upaya antisipasi kejahatan. (Fajarnusa/Noperman)

FAJARNUSA - Polres Kuansing hingga empat hari kasus pembunuhan yang memakan korban ibu dan anak belum juga menemukan pelakunya.

Akibatnya, warga Kecamatan Pangean merasa panik dan membuat waktu tidurnya harus ditemani oleh golok untuk berjaga-jaga dari tindak kejahatan serupa.

Seorang warga yang coba ditemui di warung sekitar tempat kejadian mengatakan bahwa masyarakat masih merasa takut hal serupa terulang. Pasalnya, pelaku pembunuhan terhadap 2 orang perempuan belum juga ditangkap.

Baca Juga: Rakus! Di Duga PT Duta Palma Nusantara Ingkari perjanjian 1998

"Iya, semenjak kejadian itu rasanya ketakutan sekali kita, karena apa? Karena pelakunya belum tahu dan belum diungkap. Ya, sekarang tidur terpaksa bawa golok diletakan di bawah tempat tidur," ucap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jum'at 30 September 2022

Sementara Kapolres Kuansing Akbp Rendra Okhta Dinata mengatakan hasil otopsi korban meninggal karena luka berada di bagian kepala dan leher.

Namun, kata dia, untuk hasil otopsi tidak disebutkan berapa luka di tubuh korban. Kemudian untuk motif dari pembunuhannya juga belum tahu pasti, karena ada barang yang hilang maka dugaan sementara curas/perampokan.

"Barang-barang korban yang hilang diduga Hp korban, kalung dan motor korban. Untuk sampai saat ini sudah Ada 9 orang saksi yang kita panggil untuk memberi keterangan, namun belum menunjukan dugaan, mereka masih sebagai saksi semua," ucap Rendra.

Sebelumnya terjadi pembunuhan terhadap Dua orang wanita warga Dusun Penghijauan, Desa Pasar Baru, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuansing meninggal dunia, dikabarkan dibunuh oleh seseorang yang tidak dikenal pada Selasa 27 September 2022, malam. [] (Noperman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mauladi Fachrian

Sumber: Wawancara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X